• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Rabu, 22 April, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Jelang Akhir Tahun, Petani Jagung di Padalarang Merugi

by Suwitno Gimnastiar
29 Desember 2022
in Ekonomi, Headline, Info KBB
Reading Time: 1 min read
Jelang Akhir Tahun, Petani Jagung di Padalarang Merugi
0
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

PADALARANG, BBPOS,- Petani jagung di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengeluhkan turunnya harga jagung pada musim panen kali ini.

Salah seorang petani Ade (38) mengatakan, saat ini harga jagung paradon manis hanya sekitar Rp 3000 per kilogram, turun dari sebelumnya, Rp 4.500 per kilogram.

“Sepi peminat kalau sekarang mah, berbeda dengan tahun lalu,” kata Ade kepada wartawan, Kamis (29/12/2022).

Menurutnya, harga jagung turun diperkirakan karena pasokanbanyak. Sejak sebulan lalu, panen jagung berlangsung silih berganti di beberapa wilayah di Jawa Barat (Jabar).

“Biasanya bulan Desember ini para petani di luar Bandung Barat juga sama memanen jagung. Karena kan akhir tahun yah, suka ada aja yang pakai jagung untuk babakaran bersama keluarga,” katanya.

Dirinya tak menampik, jika rasa kecewa ada dengan penurunan harga itu. Pasalnya, tidak hanya Ade, namun petanu lainnya pun berusaha memanfaatkan sawah pada musim kemarau dengan menanami jagung, karena berharap bisa mendapatkan harga tinggi saat panen.

“Tapi kenyataannya murah,” ujarnya.

Apalagi pada musim tanam ini, banyak tanaman jagung yang terserang tikus dan belalang, sehingga produktivitasnya turun hingga 40 persen. Dari lahan sekitar 10 hektar yang sebelumnya dihasilkan sekitar 20 ton jagung, saat ini hanya dihasilkan 12 ton jagung.

“Bahkan banyak yang tidak panen,” katanya.

“Selain karena faktor pasokan, turunnya harga jagung diperkirakan karena pengaruh cuaca, yang belakangan ini sudah mulai hujan,” tutupnya.

Tags: #kabupaten bandung baratDesa laksana mekarharga jagung anjlokPetani jagung
Previous Post

Anggota DPR RI Dorong Bandung Barat Miliki Polres dan Kejaksaan

Next Post

Tepi Danau, Tempat Wisata Baru yang Lagi Hits di Bandung Barat

Suwitno Gimnastiar

Next Post

Tepi Danau, Tempat Wisata Baru yang Lagi Hits di Bandung Barat

Please login to join discussion

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version