CISARUA,BBPOS- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bandung Barat (KBB) kompak turun langsung membantu para korban bencana longsor dengan menyalurkan bantuan logistik serta layanan kesehatan di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1).
Penyerahan bantuan dilakukan oleh DPD Gerindra Jawa Barat melalui Bendahara Prasetyawati, didampingi Ketua DPC Partai Gerindra KBB Pipih Supriati bersama jajaran Fraksi Gerindra DPRD KBB.
Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, yakni Sabtu dan Minggu. Pada hari pertama, rombongan Gerindra KBB menyalurkan bantuan berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya, sekaligus melakukan inventarisasi kebutuhan warga terdampak bencana. Sementara pada hari kedua, bantuan kembali disalurkan berupa makanan cepat saji seperti Pop Mie, Indomie, serta berbagai kebutuhan darurat lainnya.
Selain bantuan logistik, Gerindra KBB juga menerjunkan mobil ambulans milik Kasira (Kesehatan Indonesia Raya), sayap partai Gerindra yang bergerak di bidang kesehatan, untuk membantu pelayanan dan penanganan medis bagi warga terdampak.
Ketua DPC Gerindra KBB, Pipih Supriati, mengatakan pihaknya mendorong agar pemerintah hadir secara maksimal di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
Ia mengapresiasi langkah cepat jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati hingga Sekretaris Daerah yang turun langsung ke lapangan.
“Saya melihat Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati all out, belusukan sampai terjerembab di lumpur, termasuk Pak Sekda. Artinya, ada konsentrasi penuh untuk menangani para pengungsi,” ujar Ketua DPC Gerindra KBB, Pipih Supriati, Senin (26/1).
Pipih juga mengapresiasi respons cepat Gubernur Jawa Barat dalam penanganan bencana. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah pencarian korban yang masih hilang, kemudian dilanjutkan dengan upaya rehabilitasi pascabencana.
Ia menilai relokasi warga terdampak longsor perlu menjadi perhatian serius ke depan. Pasalnya, wilayah terdampak dinilai sudah tidak layak untuk dihuni kembali. Namun demikian, relokasi harus dilakukan ke lokasi yang tidak terlalu jauh agar tidak mengganggu mata pencaharian masyarakat.
“Saya mendukung relokasi secara permanen, tetapi ke tempat yang tidak terlalu jauh sehingga tidak mengganggu mata pencaharian warga ke depannya. Yang terpenting daerahnya aman secara keilmuan,” tegasnya.
Pipih menegaskan, saat ini bukan waktu untuk saling menyalahkan, melainkan momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan bersama agar kejadian serupa tidak terulang di wilayah lain.
Ia juga menyoroti pentingnya mengembalikan fungsi kawasan rawan bencana sebagai daerah resapan air, termasuk pengaturan pola tanam yang ramah lingkungan agar tidak memperparah risiko longsor.
“Ini harus menjadi pelajaran bersama. Kita bahu-membahu, mengambil hikmahnya, agar ke depan masyarakat tidak dirugikan dan dampak bencana bisa diminimalkan dengan baik,” katanya.
Gerindra KBB, lanjut Pipih, akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta mendorong penanganan bencana secara menyeluruh agar roda perekonomian warga dapat kembali bergerak.


