NGAMPRAH,BBPOS- Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat mulai mempersiapkan strategi pengamanan dan pengendalian lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan serta potensi kemacetan di sejumlah titik strategis.
Kepala Dishub Bandung Barat, Mochamad Ridwan Evi, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah teknis seperti ramp check kendaraan, rekayasa lalu lintas, pengamanan jalur wisata, penyiapan posko terpadu, hingga pengendalian parkir.
Meski begitu, seluruh langkah tersebut masih akan disesuaikan dengan arahan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait pemetaan jalur rawan dan strategi pengamanan terpadu.
“Kami masih menunggu arahan Kemenhub untuk pemetaan resmi, baik terkait titik rawan kecelakaan, kemacetan, maupun potensi gangguan lainnya. Namun secara kesiapan awal, kami sudah melakukan pemetaan internal,” ujar Ridwan saat ditemui, Jumat (28/11/2025).
Ia menjelaskan,sejauh ini telah mengidentifikasi empat titik rawan kemacetan yang diprediksi mengalami kepadatan tinggi saat puncak libur Nataru, yakni Simpang Padalarang, kawasan Lembang, BBS Batujajar, dan pertigaan Tagog.
Selain itu, jalur wisata seperti Lembang, Cisarua, dan rute Padalarang–Lembang juga menjadi perhatian utama karena tingginya mobilitas wisatawan.
Dishub juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dengan opsi buka-tutup jalur, pengalihan arus, hingga penutupan atau pembukaan U-turn tertentu untuk mengurai kepadatan. Penambahan personel akan ditempatkan di simpang-simpang rawan bottleneck serta pintu masuk kawasan wisata.
“Kami juga berkoordinasi dengan Polres, TNI, BPBD, hingga pengelola objek wisata untuk memastikan kelancaran arus, terutama di titik-titik favorit seperti Farmhouse, Floating Market, The Great Asia Africa, Curug Cimahi, hingga jalur perbatasan menuju Ranca Upas,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, Dishub akan melakukan ramp check terhadap armada bus pariwisata, angkot, hingga travel. Pemeriksaan meliputi kelayakan teknis kendaraan, izin trayek, serta dokumen kendaraan. Dishub juga akan menindak tegas kendaraan tidak laik jalan, angkutan gelap, maupun kendaraan yang kelebihan muatan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, sejumlah posko pengamanan terpadu akan didirikan di titik strategis. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan CCTV, layanan informasi lalu lintas, dan respons cepat jika terjadi kecelakaan atau keadaan darurat. Petugas juga akan menertibkan parkir liar, terutama di jalur wisata Padalarang–Lembang.
Dalam rangka meningkatkan keamanan, pemetaan titik jalan berlubang dan rawan longsor terus dilakukan bersama DPUPR. Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur utama juga diperiksa untuk memastikan keselamatan pengendara pada malam hari.
Menjelang puncak libur Nataru, Dishub akan memperkuat informasi melalui media sosial resmi terkait imbauan keselamatan, kondisi lalu lintas terkini, serta rute alternatif untuk menghindari kepadatan.
Ia menegasakan, pemantauan dilakukan di titik keluar-masuk kendaraan seperti GT Padalarang, GT Baros, dan GT Cileunyi. Koordinasi dengan KAI juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Stasiun Padalarang.
“Intinya, kami fokus memastikan kelancaran dan keamanan bagi masyarakat yang akan berwisata maupun melintasi Bandung Barat saat perayaan Nataru,” pungkasnya.


