• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Selasa, 23 Juni, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Diduga Limbah Batu Bara Dibuang di Tebing Cipatat, Warga Khawatir Cemari Sumber Mata Air

by Hendry Nasir
22 Juni 2026
in Headline, Info KBB
Reading Time: 2 mins read
Diduga Limbah Batu Bara Dibuang di Tebing Cipatat, Warga Khawatir Cemari Sumber Mata Air

Tumpukan karung yang diduga berisi limbah batu bara ditemukan di tepi tebing jalan kabupaten di Kampung Legok Talingkub, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Warga khawatir keberadaan material tersebut dapat mencemari sumber mata air yang menjadi andalan masyarakat sekitar. Foto:BBPOS/Kamil

0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

CIPATAT,BBPOS- Warga Kampung Legok Talingkub, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dibuat resah setelah menemukan tumpukan karung yang diduga berisi limbah batu bara dibuang di tepi tebing jalan kabupaten.

Keberadaan limbah tersebut dikhawatirkan mencemari sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Temuan itu pertama kali diketahui warga yang melintas di lokasi. Salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya mengaku melihat langsung aktivitas pembuangan karung-karung tersebut oleh dua orang dari sebuah kendaraan.

“Waktu itu saya bersama suami melintas hendak menuju rumah mertua. Tepat di lokasi itu saya melihat ada sebuah mobil dan dua orang tampak membuang karung berisi limbah tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Karang Taruna Desa Cirawamekar, Yudian, mengatakan berdasarkan pengamatan visual, isi karung tersebut berbentuk menyerupai pasir berwarna abu-abu. Material itu diduga merupakan limbah batu bara yang bercampur sisa pembakaran kayu.

“Secara fisik kelihatannya seperti pasir dan berwarna abu, diduga limbah batu bara meski bercampur sisa pembakaran kayu karena ditemukan juga sisa arang,” kata Yudian saat meninjau lokasi, Senin (22/6).

Kekhawatiran warga semakin besar karena tidak jauh dari lokasi pembuangan terdapat mata air yang menjadi sumber air bersih bagi masyarakat Desa Cirawamekar hingga Desa Cipatat. Jika terbukti merupakan limbah batu bara, material tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengancam kesehatan warga.

Menurut Yudian, lokasi tumpukan karung berada di area yang cukup sulit dijangkau. Akses menuju titik pembuangan berada di tengah lereng tebing sehingga menyulitkan proses pemeriksaan maupun evakuasi.

“Kalau masuk melalui RW 3 ada tangga menuju mata air di bawah, tetapi jalurnya tidak sampai ke lokasi tumpukan karena posisinya berada di tengah lereng,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cirawamekar, Heppi, menyayangkan tindakan pembuangan material tersebut. Ia menegaskan segala bentuk pembuangan sampah sembarangan tidak dapat dibenarkan, terlebih jika material yang dibuang termasuk limbah berpotensi berbahaya.

“Bukan hanya limbah seperti ini, membuang sampah atau benda apa pun sembarangan tetap kami sesalkan. Sebelumnya juga sudah dipasang spanduk larangan membuang sampah di kawasan tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan mata air di bawah tebing menjadi alasan utama pemerintah desa meminta persoalan ini segera ditangani.

“Jika terbukti itu limbah batu bara, kami sangat khawatir mata air menjadi tercemar. Dampaknya bisa mengancam kesehatan masyarakat dan merusak lingkungan dalam jangka panjang,” katanya.

Pemerintah Desa Cirawamekar berencana segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Cipatat dan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap material yang ditemukan.

“Kami akan melaporkan temuan ini ke kecamatan agar diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup. Perlu dilakukan uji laboratorium untuk memastikan jenis material tersebut sekaligus menentukan langkah penanganan dan pengangkatannya,” ujar Heppi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dengan melaporkan setiap aktivitas pembuangan sampah atau limbah ilegal yang ditemukan di wilayahnya.

“Jika melihat ada pembuangan sembarangan, segera dokumentasikan dan laporkan kepada pemerintah desa atau petugas terkait agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Tags: Banjir kabupaten bandungCamat cipatatdesa cirawamekarDinas Lingkungan Hiduplimbah batubaralimbah batubara cipatatPemkab bandung barat
Previous Post

Hari Jadi ke-19 Bandung Barat, Jeje Tekankan Semangat Melanjutkan Warisan Pendiri

Hendry Nasir

Please login to join discussion

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version