CIPATAT,BBPOS- Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Denny Cagur, S.Pd., menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan di tengah dinamika sosial, politik, dan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Hal tersebut disampaikan Denny saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Serbaguna Yayasan Nasional Al-Ulum, Kampung Kutalaksana, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta itu dihadiri tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, serta Ketua Yayasan Nasional Al-Ulum beserta jajaran pengurus yayasan.
Dalam pemaparannya, Denny menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan konsensus kebangsaan yang menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah keberagaman suku, agama, budaya, serta perbedaan pandangan yang ada di masyarakat Indonesia.
“Empat Pilar MPR RI bukan sekadar materi yang dipahami secara teori, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam sikap toleransi, gotong royong, saling menghormati, serta menjaga persatuan bangsa,” ujar Denny. Selasa (23/6).
Ia menilai tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, terutama dengan derasnya arus informasi di era digital yang berpotensi memunculkan hoaks, ujaran kebencian, hingga polarisasi sosial yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Karena itu, kata Denny, generasi muda perlu dibekali pemahaman yang kuat mengenai nilai-nilai kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Menurutnya, lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter kebangsaan serta membangun kesadaran bernegara sejak dini. Sekolah harus menjadi ruang yang mampu menumbuhkan semangat toleransi, cinta tanah air, dan penghormatan terhadap keberagaman.
“Generasi muda adalah aset bangsa. Mereka harus memahami sejarah perjuangan bangsa dan memiliki komitmen untuk menjaga NKRI. Penguatan karakter kebangsaan harus dimulai dari lingkungan pendidikan karena di sanalah calon pemimpin masa depan dibentuk,” katanya.
Denny juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi mengganggu harmoni sosial. Menurutnya, pembangunan nasional hanya dapat berjalan secara optimal apabila seluruh komponen bangsa mampu menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi dialog antara peserta dan narasumber. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut, Denny berharap semangat kebangsaan semakin mengakar di tengah masyarakat, terutama di kalangan tenaga pendidik dan generasi muda, sehingga mampu menjadi benteng dalam menjaga persatuan, keutuhan, dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


