CILILIN,BBPOS- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama PT PLN Indonesia Power UBP Saguling menggelar aksi gotong royong pembersihan eceng gondok di kawasan Waduk Saguling.
Hal tersebut sebagai upaya menjaga fungsi strategis waduk saguling sekaligus mengantisipasi dampak kerusakan lingkungan akibat pertumbuhan gulma air tersebut.
Kegiatan dipimpin langsung Bupati Bandung Barat didampingi Wakil Bupati dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, TNI, Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Forkopimda, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat.
Pusat kegiatan pembersihan diprioritaskan di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, yang menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan eceng gondok paling tinggi. Pembersihan juga dilakukan secara bersamaan di tiga titik di Kecamatan Cililin dan empat titik di Kecamatan Cihampelas.
Bupati Bandung Barat, Jejej Ritchei Ismail mengatakan penanganan eceng gondok tidak dapat dilakukan oleh satu institusi, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Penanganan eceng gondok di Waduk Saguling tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, PLN Indonesia Power, BBWS Citarum, TNI/Polri, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat. Melalui gotong royong ini kita ingin memastikan Waduk Saguling tetap bersih, produktif, dan mampu menjalankan fungsi strategisnya sebagai sumber energi, pengendali tata air, sekaligus penopang kehidupan masyarakat,” ujar Bupati. Senin (29/6).
Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kelestarian Waduk Saguling.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling, Doni Bakar, menegaskan pihaknya terus mendukung berbagai upaya pelestarian waduk yang menjadi salah satu aset strategis penyedia energi listrik berbasis energi baru terbarukan.
“Pengendalian eceng gondok merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan operasional pembangkit sekaligus menjaga kualitas lingkungan waduk. Sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, BBWS Citarum, TNI/Polri, serta seluruh stakeholder menjadi kunci agar upaya ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Pertumbuhan eceng gondok di Waduk Saguling dipicu tingginya kandungan unsur hara di perairan akibat pencemaran dari wilayah hulu Sungai Citarum serta aktivitas Keramba Jaring Apung (KJA) yang menghasilkan sisa pakan dan limbah organik.
Kondisi tersebut menyebabkan eceng gondok berkembang pesat sehingga berpotensi menghambat aktivitas masyarakat, mempercepat sedimentasi, menurunkan kualitas ekosistem perairan, hingga mengganggu operasional waduk sebagai pembangkit listrik tenaga air.
Selain itu, keberadaan eceng gondok yang tidak terkendali juga dapat mengganggu fungsi Waduk Saguling sebagai pengendali banjir, penyedia air baku, serta sumber mata pencaharian masyarakat di sekitar kawasan waduk.
“Pemerintah dan seluruh stakeholder mengerahkan alat berat berupa excavator, perahu ponton, armada pengangkut, serta ratusan personel gabungan,” katanya.
Ia menegaskan, pengerahan difokuskan di Desa Rancapanggung, sementara pembersihan di titik lainnya tetap berlangsung secara simultan agar proses pengangkatan eceng gondok berjalan lebih cepat dan optimal.
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama PLN Indonesia Power UBP Saguling berkomitmen melaksanakan pengendalian eceng gondok secara berkelanjutan melalui kegiatan pembersihan rutin.
“Kedepan kita akan memperkuat koordinasi lintas sektor demi menjaga fungsi strategis Waduk Saguling bagi masyarakat dan sistem ketenagalistrikan nasional,” pungkasnya.


