CISARUA,BBPOS- Warga korban longsor di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai dihantui ancaman krisis air bersih memasuki musim kemarau.
Kekhawatiran muncul karena sebagian warga masih bertahan di kawasan rawan longsor akibat proses relokasi yang belum juga terealisasi.
Meski hingga kini kebutuhan air bersih masih tercukupi dari lima sumur bor bantuan pemerintah dan mata air Gunung Burangrang, warga khawatir pasokan akan berkurang jika musim kemarau berlangsung lebih panjang.
“Alhamdulillah sekarang air masih ada. Tapi kalau kemaraunya panjang, kami khawatir pasokan air mulai berkurang,” kata Taya (65), warga RT 05 RW 11 Pasirkuning, Rabu (8/7/2026).
Ketua RW 11 Pasirkuning, Ayi Supriatna, memastikan pasokan air masih aman. Lima sumur bor yang tersebar di RT 04 dan RT 05 serta aliran mata air pegunungan masih mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga mengairi lahan pertanian warga.
“Sejauh ini kebutuhan air masyarakat masih aman. Belum ada kendala berarti,” ujarnya.
Namun, di tengah ancaman kekeringan, warga juga masih menunggu kepastian relokasi. Hingga kini Pemerintah Kabupaten Bandung Barat masih mencari lahan yang layak untuk memindahkan seluruh korban longsor ke kawasan yang lebih aman.
Menurut Ayi, proses relokasi terkendala ketersediaan lahan dan tingginya harga tanah. Salah satu lokasi yang sempat dipertimbangkan memiliki harga sekitar Rp10 juta per tumbak sehingga menyulitkan proses pembebasan.
“Kendalanya ada pada harga lahan yang cukup tinggi dan ketersediaan lokasi yang sesuai. Pemerintah masih mencari lahan yang aman untuk relokasi warga,” pungkasnya.


