• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Jumat, 10 Juli, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Belum Direlokasi, Warga Pasirkuning Dibayangi Ancaman Krisis Air Saat Kemarau

by Hida Arliani
9 Juli 2026
in Headline, Info KBB
Reading Time: 1 min read
Belum Direlokasi, Warga Pasirkuning Dibayangi Ancaman Krisis Air Saat Kemarau
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

CISARUA,BBPOS-  Warga korban longsor di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai dihantui ancaman krisis air bersih memasuki musim kemarau.

Kekhawatiran muncul karena sebagian warga masih bertahan di kawasan rawan longsor akibat proses relokasi yang belum juga terealisasi.

Meski hingga kini kebutuhan air bersih masih tercukupi dari lima sumur bor bantuan pemerintah dan mata air Gunung Burangrang, warga khawatir pasokan akan berkurang jika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

“Alhamdulillah sekarang air masih ada. Tapi kalau kemaraunya panjang, kami khawatir pasokan air mulai berkurang,” kata Taya (65), warga RT 05 RW 11 Pasirkuning, Rabu (8/7/2026).

Ketua RW 11 Pasirkuning, Ayi Supriatna, memastikan pasokan air masih aman. Lima sumur bor yang tersebar di RT 04 dan RT 05 serta aliran mata air pegunungan masih mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga mengairi lahan pertanian warga.

“Sejauh ini kebutuhan air masyarakat masih aman. Belum ada kendala berarti,” ujarnya.

Namun, di tengah ancaman kekeringan, warga juga masih menunggu kepastian relokasi. Hingga kini Pemerintah Kabupaten Bandung Barat masih mencari lahan yang layak untuk memindahkan seluruh korban longsor ke kawasan yang lebih aman.

Menurut Ayi, proses relokasi terkendala ketersediaan lahan dan tingginya harga tanah. Salah satu lokasi yang sempat dipertimbangkan memiliki harga sekitar Rp10 juta per tumbak sehingga menyulitkan proses pembebasan.

“Kendalanya ada pada harga lahan yang cukup tinggi dan ketersediaan lokasi yang sesuai. Pemerintah masih mencari lahan yang aman untuk relokasi warga,” pungkasnya.

Tags: #kabupaten bandung baratBpbd kbbdesa pasirlanguKemarau panjangkorban bencana cisaruaPemkab bandung barat
Previous Post

Bulan Bung Karno, Anggota Fraksi PDI Perjuangan Tegaskan Politik Kerakyatan Lewat Aksi Lingkungan dan Bantuan untuk Petani

Next Post

Dinkes KBB Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Zoonotik, Warga Diminta Kenali Risiko Penularan

Hida Arliani

Next Post

Dinkes KBB Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Zoonotik, Warga Diminta Kenali Risiko Penularan

Please login to join discussion

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version