PADALARANG,BBPOS- Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di kawasan Pondok Padalarang Indah (PPI), Kampung Sudimampir, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Senin (26/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Asep Ismail berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait untuk memastikan penanganan warga terdampak serta pendataan kerusakan rumah akibat bencana.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 68 kepala keluarga (KK) terdampak. Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pemerintah daerah menginstruksikan pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan pendataan secara terperinci guna memastikan jumlah warga terdampak serta tingkat kerusakan bangunan.
Penanganan bencana melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), unsur TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi dengan PLN juga dilakukan untuk menangani jaringan listrik yang terdampak.
Selain penanganan darurat, pemerintah daerah turut memperhatikan kebutuhan tempat tinggal warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Ia meminta, kecamatan dan desa mengidentifikasi warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara, termasuk kemungkinan penyediaan rumah sewa bagi mereka yang rumahnya tidak lagi layak huni.
Sementara itu, salah seorang warga terdampak, Ghia mengatakan kerusakan akibat angin kencang didominasi bagian atap rumah yang terlepas hingga beterbangan. Bahkan, salah satu rumah mengalami kerusakan cukup parah sehingga tidak memungkinkan untuk ditempati sementara.
“Kalau rumah ayah saya, bagian atapnya hilang. Kalau rumah yang sebelah ini, sepertinya sudah tidak memungkinkan untuk tinggal di dalam,” ujar Ghia.
Untuk sementara, keluarganya berencana dibawa ke rumah miliknya di kawasan Pajajaran, Kota Bandung. Namun, sebelum meninggalkan lokasi, ia akan memperbaiki bagian atap rumah yang rusak agar air hujan tidak masuk ke dalam bangunan.
“Rencananya mau memanggil tukang untuk menutup bagian atap terlebih dahulu, minimal supaya air hujan tidak masuk. Setelah itu, keluarga tetap akan saya bawa ke rumah,” katanya.
Ghia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dampak angin kencang terjadi di sejumlah titik di RW 27. Kerusakan yang dialami warga umumnya berupa atap rumah yang terlepas akibat terjangan angin.
Hingga kini, pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung untuk memastikan penanganan lanjutan bagi warga terdampak.


