NGAMPRAH,BBPOS- Sebanyak 2.753 anak dari Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Bandung Barat (KBB) turut memeriahkan Penganugerahan Juara Lomba Kebangsaan sekaligus puncak acara Gebyar Tunas Siliwangi 2026 di Masjid Agung Ash Shiddiq, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang digagas Yayasan Saba Center di bawah kepemimpinan Marsa Suraka tersebut menjadi wadah bagi anak-anak usia dini untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.
Gebyar Tunas Siliwangi 2026 juga mendapat pembinaan dari Kodam III Siliwangi. Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan perlombaan, di antaranya seni tari, seni lukis, menggambar dan menyanyi.
Acara tersebut dihadiri Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda KBB Duddy Prabowo yang mewakili Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, perwakilan DP2KBP3A Jawa Barat, Kepala Bidang PAUD KBB Makhatir Muhammad, Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Badan Kesbangpol KBB Erwin, Ketua Harian Kwarcab Pramuka Bandung Barat Yeyet Sti Mulyanawati serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Duddy mengatakan Lomba Kebangsaan bagi anak usia dini tidak semata-mata ditujukan untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan karakter anak sejak usia paling awal.
“Lomba kebangsaan bagi anak usia dini ini bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara. Akan tetapi merupakan bagian dari proses membangun karakter anak sejak usia paling awal,” ujar Duddy.
Menurutnya, kegiatan seperti Gebyar Tunas Siliwangi dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap tanah air sekaligus mengenalkan nilai-nilai Pancasila.
Pemkab Bandung Barat, kata Duddy, berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu menghormati perbedaan, memiliki semangat gotong royong, percaya diri, disiplin, jujur serta memiliki akhlak yang baik.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh penyelenggara, guru, pendidik, orang tua dan semua pihak yang telah memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar sekaligus menunjukkan kreativitas dan kecintaannya kepada bangsa,” katanya.
Sementara itu, Pembina Gebyar Tunas Siliwangi, Asep Erna, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membangkitkan potensi generasi emas sejak usia dini.
Menurutnya, keberhasilan pembentukan karakter anak membutuhkan sinergi antara pendidik, orang tua dan anak. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar potensi anak dapat berkembang secara optimal.
“Konsep kita adalah membangkitkan generasi emas usia dini, anak-anak PAUD yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat, dengan berbagai macam edukasi yang telah kita lakukan, di antaranya berbagai perlombaan, tari-tarian, seni lukis, menggambar, termasuk menyanyi,” ujar Asep Erna.
Ia berharap Gebyar Tunas Siliwangi dapat menjadi agenda berkelanjutan yang digelar setiap tahun dengan melibatkan semakin banyak unsur pendidikan dan masyarakat.
“Harapan ke depan, mudah-mudahan kegiatan ini senantiasa berjalan dan tiap tahun Insyaallah akan kita laksanakan,” pungkasnya.
