NGAMPRAH,BBPOS- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, dr. Lia, menegaskan penanganan dampak kesehatan akibat aktivitas industri dan pertambangan gamping memerlukan kolaborasi lintas sektor agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berbasis data.
Hal itu disampaikan menyusul pertemuan tindak lanjut yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat terkait dampak kesehatan akibat faktor risiko lingkungan dan kesehatan kerja dari aktivitas industri serta pertambangan gamping di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat.
Menurut dr. Lia, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan skrining kesehatan yang sebelumnya telah dilakukan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menyusun langkah strategis berdasarkan hasil skrining kesehatan yang telah dilakukan. Penanganan dampak kesehatan harus dilakukan secara terukur, kolaboratif, dan berbasis data,” ujar dr. Lia.
Ia menjelaskan, hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan guna memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko lingkungan, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pertambangan.
Selain itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk menyatukan langkah antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan instansi terkait dalam menangani berbagai persoalan kesehatan yang dipengaruhi faktor lingkungan maupun kesehatan kerja.
“Kolaborasi menjadi kunci agar setiap rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dr. Lia menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat berkomitmen terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak, sekaligus memperkuat upaya promotif, preventif, dan deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit.
“Kami berharap sinergi yang telah terbangun ini mampu menghasilkan kebijakan yang tepat dan berkelanjutan sehingga masyarakat di kawasan terdampak pertambangan gamping mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal serta kualitas lingkungan yang semakin baik,” pungkas dr. Lia.

