PADALARANG,BBPOS- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, dr. Lia, menyatakan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga terdampak aktivitas penambangan batu kapur di Kecamatan Padalarang merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau sekaligus memperkuat deteksi dini penyakit.
Program tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat yang dilaksanakan di Desa Padalarang, wilayah kerja Puskesmas Jayamekar.
Menurut dr. Lia, kegiatan ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan penambangan.
“Melalui Cek Kesehatan Gratis ini kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan sejak dini. Hasilnya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pencegahan maupun penanganan yang lebih tepat,” ujar dr. Lia.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar, skrining faktor risiko penyakit, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Setelah pelaksanaan CKG, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan skrining Tuberkulosis (TB) yang terintegrasi agar pemantauan kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
Menurutnya, integrasi berbagai layanan kesehatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan deteksi dini terhadap penyakit sekaligus memperkuat pelayanan promotif dan preventif.
“Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan ini juga akan menghasilkan data yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan terkait dampak lingkungan terhadap kesehatan masyarakat,” katanya.
Dr. Lia menambahkan, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan potensi risiko kesehatan akibat aktivitas industri maupun lingkungan.
Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis data.
“Kami ingin masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dengan deteksi dini dan kolaborasi yang kuat, berbagai risiko penyakit dapat dicegah lebih awal sehingga masyarakat Kabupaten Bandung Barat tetap sehat dan terlindungi,” pungkasnya.

