NGAMPRAH,BBPOS- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, dr. Lia, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pertemuan Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kabupaten Bandung Barat yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat selama dua hari,15–16 Juli 2026.
Menurut dr. Lia, pengendalian penyakit tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan dan komitmen seluruh pemangku kepentingan.
“Pencegahan dan pengendalian penyakit merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar setiap program dapat berjalan secara terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan,” ujar dr. Lia.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan pemahaman seluruh peserta terhadap berbagai program pencegahan dan pengendalian penyakit yang menjadi prioritas di Kabupaten Bandung Barat.
Pertemuan itu diikuti oleh unsur lintas sektor, para kepala puskesmas, serta pemegang program strategis, di antaranya HIV, Tuberkulosis (TB), Imunisasi, dan Kesehatan Jiwa.
Menurutnya, forum koordinasi menjadi wadah penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menyusun langkah bersama dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat.
“Kolaborasi yang kuat akan mempercepat pencapaian target program kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kesehatan masyarakat Bandung Barat,” katanya.
Dr. Lia menambahkan, penguatan koordinasi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi kejadian luar biasa (KLB), penyakit menular, maupun ancaman penyakit yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat sinergi sehingga program pencegahan dan pengendalian penyakit berjalan optimal.
“Jika koordinasi berjalan baik, maka upaya pencegahan penyakit akan semakin efektif. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang sehat, tangguh, dan terbebas dari ancaman penyakit,” pungkasnya

