NGAMPRAH, BBPOS – Sebanyak 32 kepala keluarga (KK) korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, kembali menerima bantuan biaya sewa rumah dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat selama sembilan bulan ke depan.
Bantuan tersebut diberikan karena puluhan keluarga masih belum dapat kembali ke rumahnya dan menunggu proses relokasi permanen.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan warga terdampak bencana tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama masa transisi.
“Kami memastikan warga terdampak tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama proses relokasi belum terealisasi. Karena itu bantuan biaya sewa rumah kami lanjutkan untuk sembilan bulan ke depan,” kata Jeje, Kamis (18/6/2026).
Menurut Jeje, dari total warga terdampak longsor, sebanyak 54 keluarga telah kembali menempati rumah masing-masing setelah kondisi lingkungan dinilai aman. Sementara 32 KK lainnya masih membutuhkan tempat tinggal sementara hingga relokasi dapat dilaksanakan.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Bandung Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp120,8 juta guna membiayai sewa 32 unit kamar bagi warga terdampak.
Jeje mengakui relokasi permanen belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena masih terkendala kebutuhan anggaran yang cukup besar. Saat ini pemerintah daerah tengah mengkaji sejumlah alternatif guna mempercepat penanganan warga terdampak.
“Relokasi masih membutuhkan biaya yang cukup besar. Kami sedang mengkaji berbagai opsi, termasuk kemungkinan relokasi mandiri, agar penanganannya lebih efektif dan masyarakat bisa segera mendapatkan hunian yang aman,” ujarnya.
Selain memastikan ketersediaan tempat tinggal sementara, pemerintah daerah juga terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga selama proses pemulihan pascabencana berlangsung.
Jeje menambahkan, pencarian lahan relokasi masih terus dilakukan bersama pemerintah desa dan pihak terkait. Sejumlah alternatif lokasi tengah dibahas untuk menentukan solusi terbaik bagi warga terdampak longsor.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan seluruh pihak terkait agar warga bisa secepatnya mendapatkan hunian yang layak, aman, dan nyaman,” tandasnya.

