CIMAHI,BBPOS- Jutaan batang jagung yang ditanam di lahan-lahan tidak produktif di wilayah Kabupaten Bandung Barat mulai memasuki masa panen dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Program yang digagas Polres Cimahi ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pertanian.
“Melalui kegiatan panen raya jagung ini, kami berharap dapat mendorong peningkatan produksi pangan serta kesejahteraan para petani,” ujar Niko saat dikonfirmasi, Minggu (14/6).
Polres Cimahi menargetkan penanaman jagung di lahan seluas 1.700 hektare. Hasil produksi jagung tersebut nantinya akan diserap oleh Bulog dengan target mencapai 2.500 ton. Jagung yang diserap harus memenuhi standar Bulog, yakni kadar air di bawah 14 persen dan kandungan aflatoksin di bawah 50 ppb.
Menurut Niko, hingga saat ini luas lahan yang telah ditanami jagung mencapai 334,50 hektare. Dari lahan tersebut, hasil panen yang diperoleh mencapai 377,5 ton, dengan 165 ton di antaranya telah diserap oleh Bulog.
“Polres Cimahi terus berproses dalam mewujudkan swasembada pangan melalui program penanaman jagung ini,” katanya.
Untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Polres Cimahi juga telah menyalurkan berbagai bantuan kepada kelompok tani. Bantuan tersebut meliputi traktor bajak, pupuk NPK, serta benih jagung hibrida unggul.
“Tentunya kami juga memberikan bantuan sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan produksi panen jagung. Semua bantuan yang kami berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Niko.

