CISARUA,BBPOS- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menerima 10 jenazah korban bencana longsor Cisarua yang sebelumnya berada di RS Kartika Asih, Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Prosesi serah terima dilakukan bersama jajaran pemerintah daerah dan dilanjutkan dengan pemakaman usai pelaksanaan Salat Jumat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Barunyatu, Desa Pasrilangu, Jumat (27/2).
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, mengatakan 10 jenazah tersebut merupakan hasil temuan tim Basarnas yang telah melalui proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Pagi tadi kami menerima 10 jenazah dari RS Kartika Asih bersama Pak Wakil Bupati. Setelah serah terima, kami melaksanakan Salat Jumat, kemudian langsung dilakukan pemakaman,” ujar Ade Zakir.
Ia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari pengenalan ciri fisik hingga pengambilan sampel DNA. Namun hingga saat ini, hasil uji DNA belum menunjukkan kecocokan dengan data keluarga korban, sehingga seluruh jenazah tersebut masih berstatus belum teridentifikasi.
Berdasarkan data pencarian selama 14 hari masa tanggap darurat yang dilanjutkan tujuh hari pencarian mandiri oleh Basarnas, dari total 80 target pencarian, sebanyak 64 korban telah berhasil teridentifikasi. Dengan tambahan 10 jenazah yang belum teridentifikasi tersebut, masih terdapat selisih data yang terus didalami oleh tim gabungan.
“Dari 80 target pencarian, 64 sudah teridentifikasi. Sekarang ada 10 yang belum teridentifikasi. Belum ada kepastian apakah ini warga setempat atau bukan. Karena itu kami siapkan batu nisan dengan nomor post mortem. Jika ke depan ada kecocokan data atau hasil tes DNA, tinggal dilakukan penyesuaian,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila di kemudian hari identitas korban telah dipastikan dan keluarga ingin memindahkan makam, pemerintah daerah akan memfasilitasi sesuai prosedur yang berlaku.
Terkait kondisi jenazah, Ade Zakir mengungkapkan informasi sementara menyebutkan sebagian di antaranya ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
Seluruh korban yang telah teridentifikasi sebelumnya telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

