NGAMPRAH,BBPOS- Sejumlah warga menggagalkan aksi sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di bawah Jembatan Tol Cipularang, Kampung Ciburial RW 08, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (23/2) malam.
Sebanyak 20 remaja diamankan warga sebelum terjadi bentrokan. Mereka kemudian dibawa ke Balai Desa Margajaya untuk didata dan dilakukan pembinaan oleh pihak kepolisian.
Warga Kampung Ciburial, Kinoy, mengatakan aksi tersebut diduga merupakan perang sarung yang telah direncanakan oleh dua kelompok remaja dari Desa Mekarsari dan Desa Margajaya.
“Remaja dari Desa Mekarsari sengaja datang untuk melakukan perang sarung melawan remaja Desa Margajaya,” ujar Kinoy, Rabu (25/2).
Menurutnya, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Ia menyebut, kelompok remaja tersebut sudah beberapa kali membuat janji bertemu di lokasi yang sama.
“Ini sudah yang ketiga kalinya. Mereka janjian bertemu di titik itu,” katanya.
Saat para remaja berkumpul, warga yang telah mengetahui rencana tersebut langsung bergerak membubarkan kerumunan. Dari tangan para remaja, warga menemukan sejumlah barang seperti sarung, batu hingga sebilah samurai.
“Karena meresahkan, kami bersama RT, RW dan warga langsung membubarkan dan mengamankan mereka agar tidak terjadi kekerasan di jalan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Margajaya membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihak desa bersama aparat keamanan telah melakukan pendataan dan mediasi terhadap kedua belah pihak.
“Semalam kami sudah melakukan pendataan dan mediasi antara kedua belah pihak. Rata-rata mereka masih berstatus pelajar SMP. Proses ini turut dibantu Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Kapolsek Padalarang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama selama bulan Ramadan. Menurutnya, tidak jarang remaja berpamitan untuk melaksanakan salat tarawih, namun justru berkeliaran hingga larut malam.
“Biasanya anak-anak izin ke orang tua mau tarawih, tapi ternyata malah berkeliaran untuk bermain,” katanya.
Kapolsek Padalarang, Kompol Kusmawan, membenarkan adanya aktivitas remaja yang mengarah pada tawuran tersebut. Berkat kesigapan warga dan aparat kepolisian, aksi tersebut berhasil digagalkan.
“Semalam sudah dilakukan mediasi kedua belah pihak untuk berdamai dan dilakukan pembinaan,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan kejadian yang meresahkan, segera hubungi Call Center 110 bebas pulsa. Setiap laporan akan ditindaklanjuti,” kata Kusmawan.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan dapat menimbulkan efek jera, meningkatkan kesadaran para remaja untuk menjauhi tawuran, serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif, khususnya pada malam hari.

