• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Sabtu, 18 April, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Guru, semoga tetap dimuliakan

Guru harus diposisikan mulia, karena para guru yang merupakan seorang ulama merupakan pewaris kenabian.

by adikamil
19 Januari 2026
in Headline, Opini
Reading Time: 2 mins read
Guru, semoga tetap dimuliakan

Asep, Supriyadi Dosen IAI Al-Azhary Cianjur.

0
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

SAYA BERGUMAM, Guru tidak banyak menuntut karena sudah tertanam dalam hatinya rasa tidak enak menuntut, karena sudah terdogma, mengajar adalah tugas suci, meskipun dalam dirinya mungkin terdapat kekurangan finansial. Dalam hatinya berkata dengan keyakinan, biarlah Tuhan yang maha melihat memberikan pahala. Keikhlasan menjadi ruh dalam mengajar.

Saya menyuarakan ini bukan sebagai seorang guru, tapi sebagai anak ideologis dari peran-peran guru mencerdaskan anak bangsa. Saya merasa prihatin dengan kondisi guru yang mendapatkan upah tidak layak. Miris rasanya mendengar kabar guru-guru kita yang dalam hatinya mungkin menjerit dalam kesunyian.

Kalaulah mungkin kita mendengar jeritan tersebut, kita pun akan menumpahkan air mata jeritan kepedihan, tetesan air mata empati, ya Rab, betapa kuatnya engkau para guru menghadapi kehidupan. Engkau memang para guru hebat.

Namun, sebagai pemerintah yang memiliki kewenangan, kebijakan, wajib baginya untuk memperhatikan kesejahteraan para guru. Begitupun dengan masyarakat dan para murid, wajib untuk memuliakan para guru, karena dengan jasanya kita dapat mengenal kebenaran, mendapatkan ilmu pengetahuan dan mengenal Tuhan. Laulal murobbi maa ‘araftu rabbi.

Sebagai seorang anak yang lahir dari ideologis seorang guru, saya, kita tidak mungkin melepaskan jasa guru. Lantas bagaimana kita menghormati guru?

Guru harus diposisikan mulia, karena para guru yang merupakan seorang ulama merupakan pewaris kenabian. Al-ulama’ warotsatul anbiya. Para guru tidak mewariskan harta dan tahta, tetapi mewariskan ilmu. Dengan ilmu tersebut para murid mendapatkan kunci-kuncinya sekaligus juga guru mendidik adab, etika dan puncaknya mengenalkan kepada jalan kebenaran, terpuncaknya mengenalkan Tuhan.

Ali bin Abi thalib, sahabat nabi yang merupakan pintu-pintu ilmu, mengatakan:  أنا عبد من علمني حرفا واحدا إن شاء باع وإن شاء استرق

Aku adalah budak bagi orang yang mengajariku satu huruf; jika ia mau, ia boleh menjualku; jika ia mau, ia boleh menjadikanku budak

Coba renungkan, sudah berapa huruf, rentetan hikmah, pengajaran dan pendidikan yang diberikan guru kepada kita?

Semoga para pemimpin, pemangku kebijakan dimanapun berada dapat mendengar, melihat, memperhatikan dan memberikan kebijakan, keadilan bagi para guru, mendengarkan jeritan kesunyian.

Semoga kelak para pemimpin kita mendapatkan naungan dimana tidak ada naungan kecuali naungan dari Allah. Naungan tersebut diberikan kepada 7 golongan yang salah satu diantaranya diberikan imam, pemimpin yang adil, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam muslim dari Abu Hurairah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ

Saya khawatir kalau guru-guru betul-betul tidak memberikan nasihat petunjuknya untuk memberikan pencerahan pada umat. Apakah jadinya umat ini? Saya khawatir kalau keberkahan ilmu tidak didapatkan lantaran kita tidak menghormati, memuliakan guru. Na’udzubillah, jika kembali pada jahiliyah (darkness).

Coba kita renungkan syair imam azzarnuzi

إِنَّ المُعَلِّمَ وَالطَّبيبَ كِلَاهُمَا … لَا يَنْصَحَانِ إِذَا هُمَا لَمْ يُكْرَمَافَاصْبِرْ لِدَائِكَ إِنْ جَفَوْتَ طَبِيْبَهَا … وَاقْنَعْ بِجَهْلِكَ إِنْ جَفَوْتَ مُعَلِّمَا

Sesungguhnya guru dan dokter, keduanya, tidak akan memberikan nasihat (pelayanan) terbaik jika mereka tidak dihormati.

Maka bersabarlah menanggung penyakitmu jika engkau menjauhi (berlaku kasar pada) dokter

dan terimalah kebodohanmu jika engkau menjauhi guru

Di negara-negara maju, kesejahteraan guru diperhatikan, coba kita cek salah satu indikator kesejahteraan guru: gaji di negara-negara maju dan bandingkan dengan di Indonesia yang kaya raya ini. Kemanakan kekayaan itu dikeluarkan? Sudahkah guru disejahterakan, sudahkah guru-guru kita dimuliakan?

Tabik, Asep, Supriyadi Dosen IAI Al-Azhary Cianjur.

Tags: #kabupaten bandung baratGuruGuru honorerguru honorer kbb
Previous Post

Polsek Cipatat Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Tekankan Penguatan Moral dan Kepedulian Sosial

Next Post

Bejat! Ayah Tiri di Bandung Barat Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil

adikamil

Next Post
Bejat! Ayah Tiri di Bandung Barat Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil

Bejat! Ayah Tiri di Bandung Barat Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil

Please login to join discussion
Bandung Barat Pos

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In