LEMBANG,BBPOS- Rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pengawasan ke Gedung eks Badan Latihan Kerja (BLK) Lembang yang sudah lama tidak difungsikan.
Bangunan aset milik Pemerintah Daerah Bandung Barat tersebut kini dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris runtuh.
Ketua Komisi II DPRD KBB, Amung Makmur, mengatakan bangunan eks BLK Lembang perlu segera direnovasi agar dapat kembali dimanfaatkan dan menghasilkan pendapatan daerah.
“Bangunan tersebut sepertinya memang membutuhkan renovasi karena kondisinya nyaris runtuh, agar nantinya bisa difungsikan kembali dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujar Amung saat melakukan pengawasan bersama rombongan Komisi II dan Bidang Aset DPKAD KBB, Selasa (6/12/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD KBB sekaligus Koordinator Komisi II, Pipih Supriati, serta anggota Komisi II lainnya yakni Sifa Purnawa Dewi, Asep Muslim, Adnan Rustandi, Pipit Puspita Andhani, Dedi Hernawan, Bubun Risnandar, Asep Sofyan, Triana Kusman, Hasbi Pratama Arya Agung, Bintang Pamungkas, dan Meti Melani.
Komisi II DPRD KBB mengusulkan agar bangunan eks BLK Lembang dialihfungsikan menjadi pusat sentra oleh-oleh yang dapat mengakomodasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung Barat.
“Lokasinya sangat strategis karena berada di jalan utama. Cocok jika dijadikan sentral oleh-oleh Lembang yang bisa menampung produk UMKM KBB,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.
Saat ini, aktivitas BLK Bandung Barat diketahui menempati salah satu ruangan di Masjid As-Siddiq KBB, lantaran kondisi gedung lama yang tidak layak huni dan terkesan angker.
“Kami bersama Bidang Aset datang langsung ke lokasi untuk memastikan status kepemilikan lahan apakah benar milik Pemda, sehingga ke depan bisa dimanfaatkan sebagai sentral oleh-oleh,” tambahnya.
Usai meninjau eks BLK Lembang, rombongan Komisi II DPRD KBB melanjutkan kunjungan ke Pasar Buah-buahan Lembang untuk memastikan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Namun kondisinya terlihat masih sepi, banyak kios kosong. Ini harus menjadi perhatian Pemda agar ada solusi supaya pasar bisa kembali ramai dan mendatangkan PAD bagi Bandung Barat,” pungkas Amung.***

