NGAMPRAH,BBPOS- Ketua KONI Kabupaten Bandung Barat, Agus Mulya Sutanto mengingatkan keras bahwa persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 terancam tidak berjalan maksimal.
Hal tersebut jika Pemerintah Daerah tidak memberikan dukungan penuh, terutama dalam pendanaan dan pemberian bonus atlet.
“Bonus jangan sampai diutang. Itu mematikan mental atlet. Ketika keringat belum kering dan bonus cair, mereka semangat. Tapi kalau dibayar nyebrang tahun, ya pasti ngedrop,” tegas Agus, Senin (1/12).
Ia menekankan bahwa motivasi atlet sangat bergantung pada kepastian kesejahteraan. Dalam pengajuan ke Badan Anggaran DPRD, KONI KBB meminta dukungan sebesar Rp25 miliar sebagai kebutuhan dasar untuk menghadapi Porprov 2026.
Menurut Agus, angka itu bukan angka besar, melainkan kebutuhan minimal untuk memberangkatkan sekitar 1.200 atlet, pelatih, dan ofisial yang akan berlaga pada 65 cabang olahraga.
“Kemarin kami mengusulkan Rp25 miliar. Dan itu belum termasuk bonus atlet. Kalau mau prestasi, pendanaannya harus jelas,” katanya.
Agus juga mengingatkan bahwa hingga kini masih ada lebih dari 20 cabor yang belum menuntaskan Babak Kualifikasi (BK). Tanpa dukungan anggaran memadai, proses pembinaan dan persiapan akan tersendat dan berpotensi menggerus peluang medali.
Di sisi lain, Agus menaruh harapan besar pada kepemimpinan Bupati Bandung Barat yang baru. Menurutnya, kepala daerah memegang peran vital dalam menentukan arah prestasi olahraga.
“Bupati baru punya slogan ‘amanah’. Di situ ada olahraga. Jadi kami berharap komitmennya nyata untuk mendukung atlet dan pelatih,” tegasnya.
Semantara, anggaran tahun 2025 KONI KBB hanya menerima Rp11 miliar, dari 15 miliar yang diajukan.
Anggaran tersebut digunakan untuk pembelian peralatan cabor, kendaraan operasional, hingga perbaikan area longsor di belakang kantor. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk kebutuhan Porprov yang melibatkan 1.200 personel.

