NGAMPRAH,BBPOS- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sandy, menegaskan pentingnya percepatan pengisian sejumlah jabatan strategis yang masih kosong di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, pembahasan mengenai kekosongan jabatan sudah berlangsung intens selama dua bulan terakhir bersama BKPSDM.
“BKPSDM sebenarnya telah menyiapkan berbagai skema. Sekarang semuanya tinggal menunggu kebijakan dari Pak Bupati. Prosesnya sudah berjalan, tetapi keputusan finalnya ada di bupati,” ujar Sandy, selasa (18/11).
Pelayanan Publik Sedikit Terhambat
Sandy menilai kekosongan jabatan tidak sampai mengganggu secara signifikan pelayanan publik, namun tetap menimbulkan hambatan.
“Untuk pelayanan, sebenarnya tidak terganggu, hanya sedikit terhambat. Karena posisi yang seharusnya ditangani satu orang dalam satu leading sector, kini harus dirangkap ke sektor lain. Ini yang menjadi persoalan utama,” jelasnya.
Pengawasan Pendidikan dan Kesehatan
Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat juga terus melakukan pengawasan terhadap sektor pendidikan dan kesehatan, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan pejabat struktural di sejumlah rumah sakit dan puskesmas yang hingga kini masih mengalami kekosongan.
“Posisi Direktur Rumah Sakit dan beberapa Kepala Puskesmas masih kosong, dan kami berharap dapat segera terisi. Untuk pengawas sekolah, sebelumnya kami memang kekurangan, namun prosesnya sekarang sudah berjalan di BKN. Kami tinggal menunggu surat keputusan dari BKN. Mudah-mudahan bulan ini bisa selesai,” ujar Sandy.
Lima Jabatan Kosong Diminta Segera Didefinitifkan
Saat ini terdapat lima jabatan kepala dinas yang masih kosong, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda).
Sandy menegaskan bahwa Komisi I mendorong agar minimal lima jabatan kosong yang dianggap paling penting segera didefinitifkan agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak terhambat.
“Kemarin saat komunikasi dengan Pak Bupati, beliau menyampaikan bahwa pengisian akan dimulai dari eselon II, lalu dilanjutkan ke jenjang di bawahnya. Kami berharap tahun ini seluruh jabatan yang kosong dapat terisi,” ujarnya.
Kepala Sekolah Rangkap Banyak Sekolah
Ia juga menyoroti masih banyaknya jabatan kabid hingga kepala sekolah yang belum terisi. Kondisi ini membuat beberapa sekolah harus dipimpin oleh satu orang secara rangkap.
“Ada kepala sekolah yang memegang hingga tiga sekolah. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan,” tegasnya.
Evaluasi Kinerja BKPSDM
Sandy menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kinerja BKPSDM, baik secara administratif maupun dalam kerja tim.
“Secara administratif BKPSDM sudah berupaya lebih baik. Namun secara tim, kami masih perlu melakukan pemantauan karena beberapa hal belum berjalan optimal,” ungkapnya.
Pejabat Diminta Pahami dan Jalankan Visi-Misi Bupati
Menurut Sandy, pengisian jabatan tidak cukup hanya menempatkan seseorang pada posisi tertentu. Yang terpenting adalah kemampuan pejabat tersebut dalam menjalankan arah pembangunan daerah.
“Harapan kami, semua pejabat dapat berfungsi maksimal dan mampu mensukseskan visi-misi Pak Bupati. Yang kami lihat saat ini, sebagian pejabat masih belum mampu menerjemahkan visi-misi tersebut. Padahal itu sangat penting, terutama untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat,” tutupnya.

