LEMBANG,BBPOS- Pemerintah Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, bergerak cepat merespon isu ancaman bencana sesar Lembang dengan membentuk Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), Kamis (18/9/2025).
Pembentukan relawan ini melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, RT dan RW, kader PKK, Karang Taruna, Linmas, serta berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat sebagai narasumber.
Kepala Desa Gudangkahuripan, Agus Karyana, mengatakan isu sesar Lembang yang panjangnya sekitar 29 kilometer dari Suntenjaya hingga Padalarang berdampak pada 41 desa.
“Pemerintah desa berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mengedukasi agar tidak panik. Untuk itu kami membentuk Relawan Destana Gudangkahuripan,” ujarnya.

Agus menjelaskan, relawan akan mendapatkan arahan terkait tugas dan fungsi Destana dari BPBD. “Harapannya, relawan Destana Gudangkahuripan siap dan sigap ketika diperlukan, dengan tanggung jawab moral membangun komunitas yang terlatih menghadapi bencana,” katanya.
Ia menambahkan, relawan tidak hanya disiapkan untuk Desa Gudangkahuripan, tetapi juga bisa diterjunkan membantu wilayah lain. Selain itu, pemerintah desa akan menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul di sejumlah RW.
“Rambu-rambu evakuasi masyarakat akan kami buat, termasuk titik kumpul bila terjadi hal yang tidak diharapkan,” pungkas Agus.

