PADALARANG,BBPOS- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung Barat (KBB) turun tangan menangani aksi unjuk rasa di PT Royal Abadi Sejahtera, di Kampung Cibacang, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Selasa (30/6/2026).
Aksi tersebut dipicu pergantian perusahaan penyedia tenaga kerja (outsourcing) yang berujung pada tidak lolosnya enam pekerja dalam proses seleksi vendor baru.
Kepala Disnaker KBB, Yoppie Indrawan Iskandar, mengatakan PT Royal telah mengakhiri kerja sama dengan vendor lama dan menggandeng PT Aira Multi Daya sebagai penyedia tenaga kerja baru. Seluruh pekerja kemudian diwajibkan mengikuti proses seleksi ulang.
“Dari hasil screening terdapat enam pekerja yang tidak lolos. Mereka meminta tetap dipekerjakan sehingga memicu aksi unjuk rasa,” kata Yoppie.
Oleh sebab itu, Dinas juga menerima informasi adanya satu pekerja lain yang berpotensi terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, status pekerja tersebut masih menunggu kejelasan.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, Disnaker telah menerjunkan mediator hubungan industrial untuk melakukan pendataan dan akan memanggil manajemen PT Royal guna meminta klarifikasi.
“Setiap pengakhiran hubungan kerja harus mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk perundingan bipartit dan pemenuhan hak-hak normatif pekerja,” ujarnya.
Sementara itu, Personalia PT Royal Abadi Sejahtera, Wahyu, mengatakan persoalan status enam pekerja tersebut merupakan kewenangan PT Aira sebagai vendor baru.
“PT Royal hanya sebagai pengguna jasa. Soal hasil rekrutmen dan status pekerja akan dijelaskan langsung oleh PT Aira,” katanya.
Wahyu menjelaskan kerja sama dengan vendor sebelumnya telah berakhir sehingga seluruh pekerja diarahkan mengikuti proses rekrutmen kembali sesuai mekanisme yang ditetapkan PT Aira.
Manajemen PT Royal telah menawarkan dialog antara perwakilan warga dengan PT Aira pada Rabu (1/7/2026). Namun, tawaran tersebut belum diterima massa yang memilih tetap bertahan di depan gerbang perusahaan sambil menunggu kepastian nasib para pekerja.
Ia menegasakan, meski aksi sempat menghambat aktivitas di gerbang pabrik, PT Royal memastikan operasional perusahaan tetap berjalan.


