• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Rabu, 1 Juli, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Vendor Baru Picu Gejolak, Disnaker KBB Bertindak

by Fitria Aulia
30 Juni 2026
in Ekonomi, Headline, Info KBB
Reading Time: 1 min read
Warga Blokade Akses PT Royal, Protes Dugaan Pemberhentian Sepihak Karyawan Lokal
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

PADALARANG,BBPOS- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung Barat (KBB) turun tangan menangani aksi unjuk rasa di PT Royal Abadi Sejahtera, di Kampung Cibacang, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Selasa (30/6/2026).

Aksi tersebut  dipicu pergantian perusahaan penyedia tenaga kerja (outsourcing) yang berujung pada tidak lolosnya enam pekerja dalam proses seleksi vendor baru.

Kepala Disnaker KBB, Yoppie Indrawan Iskandar, mengatakan PT Royal telah mengakhiri kerja sama dengan vendor lama dan menggandeng PT Aira Multi Daya sebagai penyedia tenaga kerja baru. Seluruh pekerja kemudian diwajibkan mengikuti proses seleksi ulang.

“Dari hasil screening terdapat enam pekerja yang tidak lolos. Mereka meminta tetap dipekerjakan sehingga memicu aksi unjuk rasa,” kata Yoppie.

Oleh sebab itu, Dinas juga menerima informasi adanya satu pekerja lain yang berpotensi terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, status pekerja tersebut masih menunggu kejelasan.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, Disnaker telah menerjunkan mediator hubungan industrial untuk melakukan pendataan dan akan memanggil manajemen PT Royal guna meminta klarifikasi.

“Setiap pengakhiran hubungan kerja harus mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk perundingan bipartit dan pemenuhan hak-hak normatif pekerja,” ujarnya.

Sementara itu, Personalia PT Royal Abadi Sejahtera, Wahyu, mengatakan persoalan status enam pekerja tersebut merupakan kewenangan PT Aira sebagai vendor baru.

“PT Royal hanya sebagai pengguna jasa. Soal hasil rekrutmen dan status pekerja akan dijelaskan langsung oleh PT Aira,” katanya.

Wahyu menjelaskan kerja sama dengan vendor sebelumnya telah berakhir sehingga seluruh pekerja diarahkan mengikuti proses rekrutmen kembali sesuai mekanisme yang ditetapkan PT Aira.

Manajemen PT Royal telah menawarkan dialog antara perwakilan warga dengan PT Aira pada Rabu (1/7/2026). Namun, tawaran tersebut belum diterima massa yang memilih tetap bertahan di depan gerbang perusahaan sambil menunggu kepastian nasib para pekerja.

Ia menegasakan, meski aksi sempat menghambat aktivitas di gerbang pabrik, PT Royal memastikan operasional perusahaan tetap berjalan.

Tags: #kabupaten bandung baratburuh phk pabrikdesa cipeunduyDisnaker KBBPemkab bandung baratPT royal abadi sejahtera
Previous Post

Warga Blokade Akses PT Royal, Protes Dugaan Pemberhentian Sepihak Karyawan Lokal

Fitria Aulia

Please login to join discussion

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version