• Login
  • Register
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
Kamis, 30 April, 2026
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa
No Result
View All Result
Tulis
Bandung Barat Pos
No Result
View All Result
  • Info KBB
  • Sosial
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Opini
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Seputar Desa

Siltap Belum Cair, Perangkat Desa di KBB Ancam Kepung Pemda

by adikamil
30 April 2026
in Headline, Info KBB
Reading Time: 2 mins read
Siltap Belum Cair, Perangkat Desa di KBB Ancam Kepung Pemda
0
SHARES
200
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

NGAMPRAH,BBPOS- ‎Sejumlah perangkat desa di Kabupaten Bandung Barat mengeluhkan belum cairnya dana Penghasilan Tetap (Siltap) yang seharusnya diterima setiap awal bulan. Mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Tahun 2026, pencairan semestinya dilakukan setiap tanggal 10.

Keterlambatan ini memicu tekanan ekonomi yang serius di kalangan perangkat desa. Bahkan, mereka mulai melontarkan ancaman aksi demonstrasi jika hak tersebut tidak kunjung dibayarkan hingga akhir April 2026.

Seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa Siltap merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda.

“Sudah lebih dari satu bulan belum cair. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kalau pemerintah daerah mengabaikan ini, sama saja tidak memikirkan nasib kami,” ujarnya, Kamis (30/4).

Ia mengungkapkan, di tengah tuntutan pelayanan publik yang tinggi, para perangkat desa juga harus memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Kami punya istri dan anak yang harus dinafkahi. Biaya hidup dan pendidikan terus berjalan,” katanya.

Kondisi ini bahkan memaksa sebagian perangkat desa mencari pekerjaan tambahan demi bertahan hidup.

“Ada rekan kami yang sampai izin tidak masuk kantor karena harus jadi pengemudi ojek online demi membeli susu anaknya. Jujur, ini sangat menyakitkan,” tambahnya.

Menurutnya, jumlah perangkat desa di KBB mencapai ribuan. Dengan rata-rata 18 perangkat per desa dan total 165 desa, dampak keterlambatan ini dirasakan secara luas.

Para perangkat desa juga mempertanyakan kebijakan pencairan Siltap yang disebut masuk dalam skema parsial. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak tepat karena menyangkut kebutuhan dasar.

“Ini urusan perut. Jangan disamakan dengan pembayaran lain. Kalau mau dicicil, lakukan untuk hal lain bukan Siltap,” tegasnya.

Ancaman aksi demonstrasi disebut sudah bergulir sejak pertengahan Maret. Meski sempat menahan diri demi menjaga kondusivitas, kesabaran mereka kini mulai habis.

“Kalau sampai akhir April belum cair, kami pasti turun ke jalan ke kantor Pemda KBB. Ini ultimatum, tidak bisa ditawar lagi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, kondisi ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Bagaimana kami bisa bekerja maksimal kalau kebutuhan dasar saja tidak terpenuhi? Kami butuh ketenangan untuk melayani warga,” pungkasnya.

Tags: #kabupaten bandung barat165 desa di kbbDana DesaDinass dpmdPemkab bandung baratSiltap desa
Previous Post

Tragis! Pemilik Warung di Rongga Tewas di Kamar, Tubuh Penuh Luka

adikamil

Please login to join discussion

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

  • Home
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami

© PT. Bandung Barat Media | Bandung Barat Pos

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version