SAGULING,BBPOS- Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pupung (29), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Cimalang RT 01 RW 04, Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pupung dikabarkan meninggal dunia saat bekerja di Arab Saudi.
Kepergian Pupung meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat yang selama ini menantikan kepulangannya ke tanah air.
Berdasarkan keterangan keluarga, Pupung berangkat ke Arab Saudi pada Maret 2022. Namun keberangkatannya dilakukan secara nonprosedural sehingga tidak tercatat dalam data resmi ketenagakerjaan.
Ani, salah satu kerabat korban, mengungkapkan bahwa keberangkatan Pupung dipengaruhi ajakan seorang sponsor yang berasal dari kecamatan yang sama. Saat itu, almarhumah dijanjikan pekerjaan dengan gaji besar serta fasilitas yang memadai.
“Almarhum sudah bekerja hampir empat tahun di Arab Saudi. Namun selama bekerja, majikannya tidak pernah memberikan hak-haknya,” ujar Ani, Jumat (26/12/2025).
Karena kondisi tersebut, Pupung beberapa kali berupaya melarikan diri dari rumah majikannya, namun selalu gagal. Hingga akhirnya, almarhumah nekat melompat dari lantai dua rumah majikannya.
“Almarhum loncat dari lantai dua rumah majikannya hingga mengalami patah kaki dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit King Abdulaziz untuk mendapatkan perawatan,” katanya.
Selama menjalani perawatan, lanjut Ani, almarhumah dibantu oleh sesama warga Indonesia yang berada di Arab Saudi. Setelah kondisinya membaik dan cedera dinyatakan sembuh, Pupung berencana menyerahkan diri kepada pihak kepolisian setempat agar dapat dideportasi ke Indonesia.
“Namun niat tersebut tidak mendapat respons dari pihak berwenang. Setelah itu kondisi almarhum kembali menurun dan jatuh sakit,” tuturnya.
Pupung kembali dirawat di rumah sakit di Arab Saudi hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Pihak keluarga berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk proses pemulangan jenazah almarhumah ke Indonesia.
Terpisah, Kepala Desa Girimukti, Isak, membenarkan bahwa Pupung merupakan warga desanya. Ia menyampaikan bahwa almarhumah meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit King Abdulaziz, Mekah, pada Kamis, 18 Desember 2025.
“Betul, almarhumah warga kami. Beliau meninggal dunia saat sakit dan dirawat di Rumah Sakit King Abdulaziz, Mekah, ketika proses hendak pulang ke kampung halaman,” ujar Isak.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Girimukti bersama Polsek Batujajar tengah berupaya mendampingi keluarga untuk melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Barat.
“Kami berupaya membantu keluarga dengan melakukan pendampingan dan koordinasi ke Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Barat,” katanya.
Pemerintah desa berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Daerah agar proses pemulangan jenazah almarhumah dapat segera direalisasikan.


