NGAMPRAH,BBPOS- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang merata hingga ke wilayah pelosok.
Salah satu langkah nyata yang segera direalisasikan adalah perbaikan sejumlah ruas jalan strategis di wilayah selatan Bandung Barat yang selama bertahun-tahun menjadi harapan masyarakat.
Program tersebut sejalan dengan visi dan misi AMANAH (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis) yang diusung Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, bersama Wakil Bupati Asep Ismail.
Melalui visi tersebut, pembangunan tidak hanya difokuskan pada kawasan perkotaan atau wilayah utara, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih, khususnya di wilayah selatan.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah wilayah di bagian selatan Bandung Barat yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, terutama akses jalan yang menjadi urat nadi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian maupun potensi wisata.
“Karena itu kami berkomitmen untuk melakukan pembangunan secara merata, tidak hanya di wilayah utara, tetapi di seluruh Kabupaten Bandung Barat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Jeje.Belum lama ini.
Salah satu ruas yang akan segera diperbaiki adalah Jalan Gunung Halu–Dastarpus. Pada ruas tersebut terdapat sekitar 1,2 kilometer jalan yang mengalami kerusakan dan akan ditangani secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Selain itu, Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan perbaikan Jalan Celak–Sodong yang memiliki panjang sekitar 6,1 kilometer. Dari total panjang tersebut, sekitar 4,5 kilometer mengalami kerusakan dan akan dibangun menggunakan konstruksi beton agar lebih kuat dan tahan lama.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan konektivitas yang lebih baik antarwilayah. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pengembangan sektor pariwisata.
Jeje menjelaskan, wilayah Bandung Barat memiliki bentang geografis yang cukup luas dari utara hingga selatan. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap namun berkelanjutan agar tidak terjadi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
“Infrastruktur merupakan penunjang utama. Masyarakat atau wisatawan tentu akan enggan berkunjung ke tempat wisata jika kondisi jalannya rusak. Sebagus apa pun potensi wisatanya, akses jalan yang buruk akan menjadi kendala,” katanya.
Kehadiran program perbaikan jalan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga Desa Celak, Wawan Supanda (68), mengaku bersyukur karena jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan akhirnya mendapat perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak selama hampir satu dekade kerap menimbulkan risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan ketika permukaan jalan menjadi licin dan sulit dilalui.
“Sudah hampir delapan tahun lebih rusak. Alhamdulillah sekarang diperbaiki, tentunya kami sangat bahagia,” ujarnya.
Bagi masyarakat wilayah selatan, pembangunan jalan bukan hanya soal perbaikan fisik semata, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta meningkatkan kualitas hidup warga.
Melalui komitmen pemerataan pembangunan yang menjadi bagian dari semangat AMANAH, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan berkelanjutan.


