SUKABUMI,BBPOS- Asap kebakaran memang telah lama menghilang. Namun, jejak kehancuran masih membekas di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Puluhan rumah rata dengan tanah, sementara ratusan warga masih berusaha bangkit dari kehilangan.
Di tengah duka itu, rombongan Pemerintah Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, datang membawa bantuan kemanusiaan. Dipimpin langsung Kepala Desa Cipatat, Darya Sugangga, bantuan diserahkan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antarsesama, Selasa (28/7/2026).
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) diduga dipicu korsleting listrik dari bangunan MCK umum. Api dengan cepat menjalar karena sebagian besar rumah berbahan kayu, beratap ijuk, dan berdiri saling berdempetan. Tiupan angin kencang membuat kobaran api sulit dikendalikan hingga menghanguskan sekitar 70 rumah beserta sejumlah lumbung padi.
Musibah tersebut menyebabkan sekitar 70 kepala keluarga atau 420 jiwa kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun lokasi penampungan sementara.
Bagi Darya Sugangga, kehadiran rombongannya bukan sekadar mengantarkan bantuan, melainkan menyampaikan pesan bahwa warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya tidak menghadapi cobaan ini sendirian.
“Duka mereka adalah duka kami. Kami ikut merasakan kepedihan yang sedang mereka rasakan saat ini,” ujar Darya.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan hasil gotong royong masyarakat Desa Cipatat. Beras, air mineral, obat-obatan, makanan siap saji, mi instan, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban selama masa tanggap darurat.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kami yang sedang tertimpa musibah. Semoga bermanfaat dan menjadi berkah bagi semuanya,” katanya.
Ia berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Cipatat dapat menginspirasi berbagai pihak untuk ikut membantu proses pemulihan di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. Menurutnya, bencana bukan hanya ujian bagi para korban, tetapi juga panggilan kemanusiaan bagi siapa pun yang mampu mengulurkan tangan.


