NGAMPRAH,BBPOS- Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dipastikan tidak memengaruhi pemberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada musim haji 1447 Hijriah. Sebanyak 92 jemaah dijadwalkan tetap berangkat sesuai agenda melalui Bandara Kertajati.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bandung Barat, Enjah Sugiarto, menegaskan seluruh proses pemberangkatan berjalan normal dan tidak terdampak situasi global.
“Pemberangkatan jemaah tetap berjalan sesuai rencana dan tidak terpengaruh kondisi geopolitik di Timur Tengah,” ujarnya.
Dari total 92 jemaah, sebanyak 89 orang merupakan jemaah haji reguler, satu orang pembimbing ibadah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta dua petugas haji daerah (PHD) dari unsur kesehatan.
Para jemaah dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Indramayu pada 13 Mei 2026 dan akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 14 Mei 2026 melalui Bandara Kertajati menggunakan maskapai Saudi Airlines dengan rute langsung menuju Jeddah.
Enjah menjelaskan, jumlah jemaah yang diberangkatkan tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.228 orang. Namun, penurunan tersebut bukan disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.
“Penyesuaian kuota merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam pemerataan antrean haji secara nasional, bukan karena faktor keamanan,” katanya.
Ia menyebutkan, total jemaah yang telah melunasi biaya haji tahun ini mencapai 107 orang. Dari jumlah tersebut, 89 jemaah berangkat dari Bandung Barat, sementara sisanya berangkat melalui daerah lain dengan skema mutasi untuk mendampingi keluarga.
Lebih lanjut, Enjah memastikan pemerintah Arab Saudi tetap menyelenggarakan ibadah haji secara normal. Hal ini tercermin dari pelaksanaan ibadah umrah sebelumnya yang berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Penerbangan dilakukan langsung dari Jakarta ke Jeddah sehingga relatif aman dan tidak melewati wilayah konflik,” jelasnya.
Ia menambahkan, penentuan kuota haji tahun ini mengacu pada kebijakan terbaru pemerintah yang mempertimbangkan daftar tunggu, proporsi jumlah penduduk Muslim, serta kombinasi keduanya melalui sistem waiting list.
Secara nasional, kuota haji Indonesia tahun ini berada di kisaran 221 ribu jemaah. Sementara itu, Kabupaten Bandung Barat mendapat alokasi 89 jemaah dari total yang telah melunasi.
Selama berada di Tanah Suci, para jemaah akan menempati kawasan akomodasi yang telah disiapkan pemerintah, seperti Raudhah, Jarwal, dan Syisah di Mekkah, dengan fasilitas yang telah ditentukan.
“Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang baik. Kami mengimbau jemaah menjaga kesehatan dan kebersamaan selama menjalankan rangkaian ibadah,” pungkasnya.


