NGAMPRAH,BBPOS- Tepuk tangan panjang menggema di Aula SLB Ngamprah Raya. Sejumlah orang tua tampak menyeka air mata, sementara para guru saling melempar senyum bangga. Hari itu bukan sekadar acara pelepasan dan kenaikan kelas, melainkan perayaan atas perjuangan, ketekunan, dan harapan yang tumbuh bersama anak-anak berkebutuhan khusus.
Suasana haru menyelimuti Pentas Seni Pelepasan dan Kenaikan Kelas yang digelar SLB Ngamprah Raya. Di atas panggung sederhana, para siswa menampilkan berbagai pertunjukan yang menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi.
Kepala Sekolah SLB Ngamprah Raya, Arief Rakhman, S.Pd., menyebut setiap anak yang berhasil menyelesaikan satu tahap pendidikan adalah sosok istimewa yang patut diapresiasi.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersinar. Setiap anak yang lulus dan naik kelas adalah pemenang. Tugas kita sebagai pendidik dan orang tua adalah terus menyalakan harapan di dalam diri mereka,” ujarnya.
Namun, puncak keharuan terjadi ketika seorang siswi tunarungu bernama Gisel melangkah ke atas panggung. Dengan balutan kostum tari yang anggun, ia berdiri penuh percaya diri di hadapan ratusan pasang mata yang memperhatikannya.
Ketika musik mulai dimainkan, Gisel bergerak mengikuti irama yang tak pernah bisa ia dengar. Ia mengandalkan getaran dan arahan gurunya dari sisi panggung. Setiap gerakan yang ditampilkan terlihat begitu selaras dan penuh penghayatan.
Penonton terdiam. Tak sedikit yang larut dalam emosi. Di tengah keterbatasannya, Gisel menunjukkan bahwa bahasa seni tidak selalu membutuhkan suara.
Di antara para penonton, seorang pria tampak berkali-kali mengusap matanya. Ia adalah Deri Tri S, ayah Gisel. Baginya, menyaksikan putrinya tampil dengan penuh percaya diri merupakan momen yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Sebagai orang tua, melihat Gisel bisa mandiri dan berani tampil seperti ini adalah anugerah yang luar biasa. Dulu saya sering khawatir dengan masa depannya. Tapi hari ini saya melihat harapan itu ada dan nyata,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia mengaku bersyukur putrinya mendapatkan pendampingan yang baik selama menempuh pendidikan di SLB Ngamprah Raya. Menurutnya, peran guru tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri anak-anak.
“Terima kasih kepada kepala sekolah dan seluruh guru yang tidak pernah lelah mendampingi anak-anak kami. Apa yang ditunjukkan Gisel hari ini tidak lepas dari kesabaran dan kasih sayang mereka,” katanya.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan ijazah secara simbolis dan sesi foto bersama. Pelukan hangat antara guru, siswa, dan orang tua menjadi pemandangan yang mendominasi akhir kegiatan.
Di balik senyum dan air mata yang mengiringi perpisahan itu, tersimpan pesan sederhana namun kuat: setiap anak memiliki potensi untuk tumbuh dan bersinar. Yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan, kesabaran, dan keyakinan dari orang-orang yang selalu berada di sisi mereka.


