NGAMPRAH,BBPOS Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyalurkan bantuan tabungan beasiswa pendidikan kepada Abian Ramadhan, siswa kelas VI SD yang mengidap penyakit langka.
Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediaman penerima manfaat pada Rabu (15/7).
Penyaluran bantuan dipimpin Wakil Ketua II BAZNAS KBB H. Saiful Rachman didampingi jajaran amil, mahasiswa PPL, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan dan desa, serta perangkat wilayah setempat.
Saiful Rachman mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS KBB dalam memastikan anak-anak dari keluarga mustahik tetap memperoleh akses pendidikan meski menghadapi keterbatasan ekonomi maupun kondisi kesehatan.
“Pendidikan merupakan pondasi masa depan. Karena itu, kami ingin memastikan Abian tetap memiliki kesempatan belajar dan meraih cita-citanya,” ujar Saiful, Rabu (14/7).
Ia menambahkan, penyaluran bantuan merupakan bagian dari program pendistribusian BAZNAS di bidang pendidikan sebagaimana diatur dalam Peraturan BAZNAS Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat. Selain pendidikan, BAZNAS juga menyalurkan bantuan di bidang kesehatan, kemanusiaan, dakwah dan advokasi, serta pemberdayaan ekonomi.
Abian merupakan anak pertama dari pasangan keluarga mustahik yang didiagnosis mengidap MPS Tipe IVA, penyakit genetik langka yang jumlah penderitanya di Indonesia sangat sedikit. Meski harus berjuang melawan penyakit tersebut, Abian tetap bersemangat mengikuti pendidikan.
Menurut keterangan keluarga, Abian harus menjalani terapi rutin dengan biaya yang mencapai sekitar Rp120 juta setiap pekan atau sekitar Rp480 juta per bulan. Biaya tersebut belum ditanggung BPJS Kesehatan, sementara ayah Abian hanya bekerja sebagai buruh pabrik sandal sehingga kemampuan ekonomi keluarga sangat terbatas.
Sebelumnya, BAZNAS Provinsi Jawa Barat bersama BAZNAS Kabupaten Bandung Barat juga telah memberikan bantuan untuk menunjang pengobatan Abian. Kali ini, BAZNAS KBB melanjutkan dukungan melalui bantuan pendidikan agar Abian dapat terus bersekolah di tengah perjuangannya melawan penyakit langka.
Saiful berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi Abian untuk terus belajar dan tidak menyerah menghadapi keterbatasan.
“Kami berharap bantuan ini menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan harapan bagi Abian dan keluarganya. Semoga Abian tetap semangat menjalani pengobatan dan menuntaskan pendidikannya,” katanya.


