CIPATAT,BBPOS- Angka donasi fantastis untuk Nurul yang disebut mencapai Rp643 juta justru memicu tanda tanya besar. Enung, ayah Nurul, mengaku kaget sekaligus bingung karena merasa bantuan yang diterima jauh dari angka tersebut.
“Kalau dibilang sampai setengah miliar lebih, saya juga kaget. Tapi yang kami terima tidak sebesar itu,” ujarnya.
Menurut Enung, bantuan yang datang hanya berupa sembako, pakaian, perbaikan rumah, hingga modal warung. Ia bahkan mengaku tidak pernah memegang uang donasi tersebut.
“Uang ke saya tidak ada sama sekali. Ke Nurul setahu saya cuma Rp2 juta, sama biaya kuliah Rp74 juta yang masih di yayasan,” katanya.
Ia memperkirakan total bantuan fisik yang diterima tak sampai ratusan juta. Perbaikan rumah disebut sekitar Rp70 juta, perlengkapan rumah Rp15–20 juta, dan modal warung Rp10 juta.
Lebih jauh, Enung mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan dana maupun perjanjian dengan yayasan.
“Dari awal tidak pernah tanda tangan, tidak tahu perjanjiannya apa. Barang datang ya diterima saja, tidak ada penjelasan,” keluhnya.
Ia berharap ada transparansi, apalagi banyak warga yang mempertanyakan besarnya donasi tersebut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Amal Baik Insani, Yusli Rusliana, membantah tudingan tidak transparan. Ia menegaskan pihaknya memiliki data lengkap penggunaan dana.
“Kita sudah sampaikan rinciannya. Kita tidak main-main dengan reputasi,” tegasnya.
Yusli menjelaskan, angka donasi besar di platform tidak utuh diterima karena banyak potongan, terutama biaya iklan digital yang bisa mencapai 30 hingga 50 persen.
“Belum lagi biaya pihak ketiga, platform, dan payment gateway. Jadi tidak bisa disamakan dengan angka yang terlihat,” jelasnya.
Bendahara yayasan, Tami, menyebut total donasi riil yang terkumpul sebesar Rp566 juta sebelum dipotong biaya. Selisih dengan angka Rp643 juta disebut berasal dari sistem campaign fundraiser yang tersebar di beberapa iklan.
Meski begitu, polemik transparansi ini masih menyisakan pertanyaan di pihak keluarga yang mengaku “gelap” soal aliran dana ratusan juta tersebut.


