Polisi Buru Pelaku Penganiayaan di Cililin

Sejumlah orang pelaku penganiayaan terhadap petugas penjaga pos penyekatan di kawasan pom bensin Manapa, Kecamatan Cililin terekam kamera pengawas CCTV. Foto: BBPOS/Hendri

Cililin, BBPOS- Sejumlah orang pelaku penganiayaan terhadap petugas penjaga pos penyekatan di kawasan pom bensin Manapa, Kecamatan Cililin terekam kamera pengawas CCTV.

Para pelaku yang menumpangi mobil ambulans tersebut tanpa alasan jelas langsung turun dan melakukan penganiayaan terhadap korban.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ambulans yang pakai merupakan milik Desa Batulayang, Kecamatan Cililin. Namun kejadian ini tidak direncanakan.

Sopir Ambulans Desa Batulayang, Dani Setiawan (33) menjelaskan, awalnya penumpang tersebut meminta bantuan kepada sopir untuk di antar ke RSUD Cililin.

“Awalnya saya hendak mengirim surat SKTM ke salah satu warga Desa Pataruman. Masuk lokasi Sasak Bubur di mana ada penyekatan, tiba-tiba datang seseorang minta bantuan untuk membawa rekannya ke rumah sakit Cililin karena mengalami luka di bagian kepala,” katanya, Jumat (8/10).

Ia menambahkan, tanpa berpikir panjang dirinya langsung membawa pelaku ke RSUD Cililin. Dani mengaku, dirinya mengaku bahwa orang yang dibawa menggunakan kendaraannya ini merupakan korban lakalantas.

“Saya naikkan orang yang luka itu ke ambulan, waktu itu terlihat rekannya sebanyak 6 orang ikut mendampingi termasuk dua kendaraan roda dua. Mungkin supaya cepat diperjalanan,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam perjalanan penumpang minta ambulans berhenti di depan SPBU Manapa. Ia tak tahu bahwa mereka hendak menyerang warga di tempat itu. Dani mengira kendaraan berhenti untuk menjemput keluarga orang yang sedang terluka.

“Sampai di pom bensin saya diminta berhenti, saya kira mau menjemput keluarga, ternyata mau serang. Saya mau menghindar dan kabur, tapi tidak bisa karena dihadang motor di depan. Beres dari situ naik lagi ke ambulan, saya antar mereka langsung ke Polsek Cililin,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cililin AKP Deni Nurcahyadi menjelaskan, aksi pengeroyokan mengakibatkan 2 orang korban luka-luka akibat diserang tangan kosong dan benda tumpul.

“Betul ada penyerangan dan pengeroyokan. Kejadiannya hari Selasa 5 Oktober 2021, diduga pelaku dari arah Sasak Bubur menumpang ambulans. Pelaku 5 orang memberhentikan ambulans, saat ini kita sedang kejar,” katanya.

Ia menegaskan, saat kedua korban tersebut kondisi kesehatannya pasca dianiaya berangsur-angsur membaik. Sementara itu, pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait insiden tersebut.

“Korban 2 orang luka-luka. Ini masih dalam proses penyelidikan, kita juga sudah minta keterangan sopir ambulans. Kami akan kabari perkembangan selanjutnya,” jelasnya.