PPM Mahasiswa Magister Bahasa Indonesia IKIP Siliwangi Diharapkan Mampu Berikan Solusi Pembelajaran di Tengah Pandemi Covid-19

CIANJUR, BBPOS – Setidaknya 18 mahasiswa program Magister Bahasa Indonesia Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi Bandung mengikuti kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Kabupaten Cianjur.

Ketua Prodi Magister Bahasa Indonesia IKIP Siliwangi Bandung, Ika Mustika menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 25 sampai 27 februari 2021 secara daring maupun luring.

“Kegiatan ini dilakukan guna memberikan pengalaman belajar dan mengaplikasikan teori yg diperoleh selama berada di bangku kuliah,” katanya, Kamis (25/2/2021).

Ia menambahkan, PPM yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang berkaitan erat dengan efektivitas pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Kunjungan ke tingkat satuan pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK untuk mewawancarai guru maupun siswa terkait pembelajaran daring serta metode pembelajaran yang digunakan,” katanya.

Selain untuk mengetahui kendala yang ditemui guru dan siswa selama pembelajaran daring, kata Ika, pihaknya pun melakukan kunjungan ke Disdik kabupaten, desa dengan didampingi oleh tokoh masyarakat.

“Dalam kegiatan ini pun kita ingin mengetahui dampak covid -19 terhadap kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Ika menyebut, hingga saat ini tidak sedikit kendala yang ditemui siswa maupun guru dalam melaksanakan pembelajaran secara daring. Bahkan tidak sedikit yang menginginkan pembelajaran tatap muka digelar.

“Tapi Pemerintah Desa telah menawarkan masyarakat mengikuti pembelajaran daring dilaksanakan di kantor desa bagi siswa yang mengalami masalah kuota dan jaringan,” katanya.

Ia berharap, para peserta mengetahui secara pasti dampak nyata yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 hingga saat ini. Dengan begitu, pihaknya ingin para peserta dapat memberikan kontribusi positif terhadap persoalan yang muncul.

“Agar mahasiswa mengetahui dampak pandemi covid 19 terhadap proses pembelajaran di sekolah. Selain itu, mahasiswa juga dapat menawarkan solusi efektif kepada masyarakat terhadap masalah yang muncul selama pandemi berlangsung,” pungkasnya.