KCIC Fokus Benahi Drainase Antisipasi Banjir

Ngamprah, BBPOS – Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra mengatakan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi banjir di sekitar lingkungan proyek sejak awal tahun 2021.

Dikatakannya, berbekal pada pengalaman banjir di awal tahun 2020 lalu yang melanda hampir seluruh wilayah Jawa, khususnya Jakarta, tim KCJB secara kompereship telah melakukan penanggulangan bencana dengan membangun infrastruktur tambahan.

“Sejak awal tahun, seluruh jajaran kontraktor proyek KCJB (WIKA, Sinohydro, CREC) bergerak cepat melakukan penanggulangan bencana dengan membangun infrastruktur tambahan dan meningkatkan kualitas saluran drainase di sepanjang proyek untuk menampung debit air yang lebih tinggi,” kata Chandra, Kamis (25/2/2021).

Selain itu, kontraktor proyek KCJB, secara berkala sejak tahun 2020 telah membantu membersihkan daerah aliran sungai di sekitar proyek dan Sistem Drainase Jalan Tol dari timbunan sampah dan lumpur yang berpotensi menyumbat aliran air.

Memasuki musim hujan lanjut Chandra, proyek KCJB telah meningkatkan kewaspadaan di area proyek dengan mensiagakan sejumlah personil patroli dan alat pompa untuk memitigasi potensi banjir di sekitar lingkungan proyek, terutama di sepanjang Jalur Tol Cikampek dan Purbaleunyi.

“Berbagai tindakan pencegahan tersebut merupakan fokus kami saat ini untuk menjaga lingkungan di area proyek dan sekitarnya. Kami memastikan agar semua dapat dikendalikan dengan baik, termasuk dapat menangani secara komprehensif untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem”, jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Khusus Pengendalian Perizinan dan Pengawasan Kegiatan Terhadap Pemanfaatan Bagian Bagian Jalan Tol, Hadrianus Bambang Nurhadi menghimbau kepada seluruh stakeholder untuk bersama-sama memperhatikan lingkungan guna mencegah banjir.

“Banjir saat ini terjadi karena kondisi cuaca ekstrem akibat climate change, perlu penanganan komprehensif yang melibatkan semua stakeholder terkait dengan masalah sumber daya air. Perubahan dari tata guna lahan yang mengarah ke pemukiman dan area bisnis sangat berkembang dengan pesat sehingga pembangunan infrastruktur khususnya untuk drainase lingkungan perlu mendapat perhatian, seperti pada seperti Kali Jambe, Kali Cakung,” Ujar Hadrianus.

Untuk itu Proyek KCJB akan terus berkomitmen untuk senantiasa memperhatikan aspek lingkungan sebagai bagian penting selama proses pembangunan yang akan menunjang kualitas dan percepatan pelaksanaan pekerjaan, serta sebagai kontribusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.