Pedagang Mulai Tempati Kios Relokasi Di TPBS Gedong Lima

Padalarang, BBPOS – Para pedagang Pasar Tagog Padalarang mulai menempati Tempat Pedagang Berjualan Sementara (TPBS) yang di sediakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bandung Barat.

Realokasi para pedagang ke TPBS di Jalan Gedong Lima itu salah satu untuk mempercepat proses revitalisasi Pasar Tagog Padalarang yang ditargetkan rampung pada tahun 2022 mendatang.

Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat (KBB) Ricky Riyadi mengatakan, para pedagang Pasar Tagog Padalarang memberikan respon positif dengan adanya TPBS.

“Alhamdulillah mereka (pedagang) mulai berjualan di TPBS hari ini. Tentunya berkat peran semua pihak tidak terkecuali paguyuban pedagang Pasar Tagog Padalarang yang berperan aktif,” katanya saat dihubungi, Senin (14/12/2020).

Ia menjelaskan, ratusan pedagang yang menempati kios di TPBS Gedong Lima. Jumlah yang tersedia sesuai dengan data yang ada di Disperindag KBB.

Selain itu, pihaknya pun berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memaksimalkan kenyamanan baik untuk para pengunjung maupun para pedagang yang menjalankan aktivitas di TPBS tersebut.

“Tadi kita sudah mulai melakukan rekayasa Lalulintas bersama Dinas Perhubungan (Dishub) KBB termasuk menyiapkan sub terminal bagi angkutan umum yang melintasi kawasan tersebut,” katanya.

Ricky mengimbau, kepada pedagang maupun pengunjung untuk senantiasa menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan disiplin. Hal itu merupakan kunci utama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saya berpesan kepada semuanya untuk tetap memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan,” katanya.

Sementara itu, Kadishub KBB, Moch Lukmanul Hakim mengatakan, untuk mengurangi potensi kemacetan pihaknya menempatkan seluruh trayek angkutan di terminal sementara yang ada di sekitar pasar.

“Tadi kita melakukan simulasi untuk roda dua melintasi kawasan TPBS ini, besok kita coba untuk angkutan kota empat trayek,” katanya.

Ia menyebut, pindahnya sub terminal itu karena pasar Tagog Padalarang akan segera di bangun. Dengan begitu, seluruh trayek akan di masukan pada satu terminal dan masyarakat pun dipermudah dalam menggunakan alat transportasi,” katanya.

“Ini kan sebagai upaya antisipasi agar kemacetan tidak terjadi di TPBS selama pasar Tagog Padalarang dalam tahap pembangunan,” katanya.