Gawat! Jumlah Pasien COVID-19 di KBB Meningkat

Foto istimewa CNN/Net

Ngamprah, BBPOS – Pemkab Bandung Barat saat ini belum mencari alternatif untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien COVID-19.

Padahal, sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) rujukan COVID-19 seperti di RSUD Lembang, Cikalong Wetan dan Cililin kekurangan kapasitas bed di ruangan isolasi.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Asep Sodikin menjelaskan, Sesuai dengan Permenkes, pemerintah daerah tidak lagi menyediakan kembali ruangan isolasi bagi pasien yang terkonfirmasi positif tanpa gejala.

“Pemkab Bandung Barat telah mengimbau kepada masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala klinis. Artinya, melakukan isolasi mandiri di rumah,” katanya pada BBPOS, Rabu (25/11/2020).

Asep menyebut, sejauh ini Pemkab Bandung Barat akan memaksimalkan ruangan isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang tersebar di tiga RSUD rujukan Covid-19 yakni di Cikalong Wetan, Lembang dan Cililin khususnya dengan gejala klinis.

“Untuk sementara kan kita sudah menyediakan di tiga rumah sakit itu, kita sudah menyediakan data waiting list. Tiga RSUD tersebut merupakan rujukan terakhir bagi pasien bergejala klinis. Tapi sebagian warga KBB tidak mau dirujuk ke RS rujukan di luar KBB,” katanya.

Ia menegaskan, pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 tidak perlu khawatir dengan perawatan yang didapatkan dari RS rujukan di luar Kabupaten Bandung Barat. Terlebih saat ini, setiap RS rujukan covid-19 telah menggunakan system keluar masuk pasien terkonfimasi positif.

“Ada system rujukan nanti akan merujuk pasien tersebut mendapatkan perawatan di RS mana. Termasuk perawatan bagi pasien dengan kategori hijau, kuning maupun merah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjayanto mengatakan, saat ini pihaknya telah mengupayakan berbagai alternatif dalam mengantisipasi membludaknya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala klinis di KBB.

“yang pertama kita saat ini tengah berkoordinasi dengan RSUD yang ada, terkait kemungkinan menambah kapasitas bed ruang perawatan. Termasuk apasaja yang harus disiapkan,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini lonjakan pasien covid-19 memang terjadi hampir di setiap wilayah di Indonesia. Oleh karena itu,fenomena penuhnya ruang perawatan bagi pasien terkonfirmasi positif covid-19 terjadi hampir merata.

“kemungkinan kedua yakni mengoperasikan kembali ruangan isolasi di aula Masjid ash-Shiddiq tapi kita akan berkoordinasi terkait pertimbangan yang harus dilakukan seperti apa,” katanya.

Ia menegaskan, saat ini pihaknya akan mengutamakan pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan intensif lantaran gejala klinis yang diakibatkan virus Covid-19 tersebut perlu penanganan segera.

“Kita akan lebih selektif terhadap pasien yang akan dirawat. Mana yang lebih urgen. Artinya kita akan menerapkan skala prioritas,” katanya.