5 Kecamatan di KBB Rawan Bencana

Ilustrasi bencana alam, foto istimewa/Net.

Ngamprah, BBPOS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, menyebut terdapat lima kecamatan di wilayah Bandung Barat Selatan memiliki kerawanan bencana longsor.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB, Asep Sulaeman, selain kerawanan tanah longsor di selatan juga rawan terhadap bencana banjir bandang, pergerakan tanah, serta angin puting beliung.

“Berdasarkan data sebelumnya yang direkap di BPBD, di wilayah selatan setiap tahunnya selalu terjadi bencana longsor baik dengan skala kecil, sedang, dan besar,” katanya kepada BBPOS, Senin(9/11/2020).

Ia menyebut, awal musim penghujan ini sudah memberikan imbauan kepada aparat kewilayahan baik camat ataupun kepala desa untuk tetap siapa. Terlebih Pemprov Jabar telah menetapkan status siaga I bencana dimulai sejak November 2020 hingga Mei 2021.

“Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika memprediksi jika wilayah Jawa Barat bakal dilanda cuaca ekstrem akibat adanya fenomena La Nina. Ini yang kami antisipasi agar ketika terjadi bencana, upaya preventif sudah dilakukan,” kata dia.

Selain wilayah selatan, lanjut Asep, kewaspadaan juga harus ditingkatkan oleh masyarakat di wilayah utara seperti Lembang, Cisarua, dan Parongpong. Tiga kecamatan itu juga rawan terjadi longsor dan pohon tumbang. Untuk banjir biasanya terjadi di depan Pasar Panorama Lembang serta di depan SPN Polda Jabar akibat saluran air tersumbat dan debit air tinggi.

“Kami selalu siapkan petugas piket yang bisa merespons cepat ketika terjadi bencana. Paling tidak agar menghindari jatuhnya korban, untuk itu alat pendeteksi longsor juga telah dipasang di Kecamatan Cililin, Cikalong, Cisarua, Ngamprah, dan Saguling,” ucap dia.

Untuk itu Asep meminta saat memasuki musim penghujan masyarakat waspada terutama yang berada di daerah rawan bencana.

“Hampir semua kecamatan di wilayah selatan, seperti Cililin, Sindangkerta, Gununghalu, Cipongkor, hingga Rongga daerah yang rawan longsor. Banyak pegunungan dan tebing, serta kontur tanahnya ada yang labil sehingga rawan terjadi pergeseran,” pungkasnya.