Kemenag KBB Minta Pontren Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Ilustrasi, foto istimewa/Net

Padalarang, BBPOS – Kementerian Agama (Kemenag) KBB memberi perhatian khusus terhadap lembaga pendidikan agama yang melakukan pembelajaran tatap muka, salah satunya di lingkungan pondok Pesantren (Pontren).

Pertimbangan ini menjadi penting mengingat di pontren banyak santri menginap dan beraktivitas dalam satu lingkungan.

Kepala Kemenag KBB, Ahmad Sanukri menjelaskan, dari jumlah 383 pontren yang ada di KBB tidak seluruhnya menjalankan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

“Sekitar 50 persen yang masih menjalankan kegiatan pendidikan non formal di lingkungan pontren. Dan hal itu keputusan penuh dari pihak pontren,” katanya pada saat dihubungi, Kamis (15/10).

Ia menambahkan, pihaknya pun tetap mengawasi penerapan protokol kesehatan Covid-19. Hal itu dilakukan guna mengurangi resiko penyebaran di lingkungan pendidikan khususnya pondok pesantren.

“Kita cek seperti apa penerapan protokol kesehatan di pontren. Jangan sampai ada penyebaran Covid-19 di pontren seperti di daerah lain,”katanya.

Sejauh ini, mayoritas pontren yang masih beraktivitas berada di wilayah KBB bagian selatan. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pengawasan dan imbauan kepada pengelola pondok pesantren.

“Kita sudah mengeluarkan surat himbauan agar tetap menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Ia menegaskan, saat ini aktivitas pembelajaran di pontren dibatasi hanya kegiatan pendidikan yang bersifat informal. Terlebih, kegiatan pembelajaran madrasah (formal) saat ini masih dilakukan secara daring (online).

“Tidak ada kegiatan pembelajaran formal di pontren, hanya sebatas kegiatan pendidikan keagamaan saja,” katanya.

Sanukri mengingatkan, agar pengelola pontren untuk tidak memperkenankan santrinya untuk pulang ke rumah. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 akibat perjalanan.

“Bahkan pontren tidak diperkenankan menerima kunjungan dari luar termasuk keluarga santri yang hendak menjenguk,” pungkasnya.