Komisi II DPRD KBB Sambangi Lembang Park & Zoo, Ini Kata Sundaya

Lembang, BBPOS – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Sundaya, meninjau keberadaan Lembang Park Zoo.
Pasalnya, di kawasan wisata tersebut tidak terdapat pagar pembatas antara hewan buas dan pemukiman warga.

Sundaya menilai, destinasi wisata Lembang Park Zoo masih butuh penataan, baik dari segi keamanaan hingga mengawasi pengunjung agar tidak berkerumun guna memastikan protokol kesehatan berjalan baik.

“Saya lihat Lembang Park Zoo sudah menerapkan protokol kesehatan, tapi di lokasi pembelian tiket itu masih berkerumun. Lalu, pihak pengelola juga harus memberikan batas aman bagi warga sekitar dengan memberikan pagar/benteng,” ujar Sundaya usai sidak lokasi Lembang Park Zoo.

Sundaya mengatakan, meskipun Lembang Park Zoo sudah terlihat safety dengan penataannya. Namun demikian jika tidak diantisipasi dampaknya akan merugikan masyarakat sekitar dan pengunjung.

Ia memberi saran, agar pihak manajemen Lembang Park Zoo lebih memperhatikan keamanan serta kenyamanan masyarakat dan pengunjung.

“Hanya saya memberikan saran ke manejemen agar batas dengan warga itu harus diberi pagar/benteng. Karena kan di dalamnya ada binatang buas dan harimau,” kata dia.

“Meskipun safety tapi kami ingin menjaga kenyamanan masyarakat. Itu kalau tidak ada batas pengaman dengan masyarakat kan bahaya. Hanya saja tadi saya melihat kelapangan lokasi itu hanya dibatasi oleh parit kecil dengan warga sekitar,” sambungnya.

Selain protokol kesehatan,kata dia, dirinya memastikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masuk atau tidak ke kas Daerah. Hal itu yang paling menjadi prioritas komisi II untuk melihat secara langsung.

“PAD penting itu menjadi syarat paling utama masuk ke kas Daerah”,kata politisi gerindra

Selain itu lanjut Sundaya, Bandung Barat saat ini sudah memasuki zona orange. Dengan harapan sejumlah kawasan wisata dapat menjaga protokol kesehatan dengan baik.

“Kita ingin Bandung Barat masuk ke zona hijau, oleh karena itu seluruh aktivitas yang sifatnya berkerumun harus betul-betul dijaga,” pungkasnya.