Memasuki Musim Hujan, Warga Diminta Waspada

Ngamprah, BBPOS – Memasuki musim penghujan yang diprediksi pada November mendatang masyarakat di KBB di minta untuk mewaspadai bencana banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mengingatkan, musim hujan di bulan November nanti harus diwaspadai.

Saat ini kami mulai waspada terkait transisi ke musim hujan. Biasanya rentan terjadi angin kencang ataupun angin puting beliung,” ucap Dudi kepada BBPOS, Kamis (1/10).

Duddy menyebut, berdasarkan informasi dari Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) puncak musim hujan akan berlangsung hingga bulan Februari 2021 mendatang.

“Saat ini kita tentunya melakukan mitigasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kewaspadaan bencana,” katanya.

Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, pihak BPBD KBB pun meminta kepada masyarakat Bandung Barat agar lebih waspada dan berhati-hati saat memasuki musim transisi tersebut. Terutama angin deras dan puting beliung.

“Untuk musim kemarau saat ini diperkirakan sudah selesai dan berjalan normal berbeda dengan tahun lalu,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian wilayah Kabupaten Bandung Barat berpotensi terjadi bencana tanah longsor. Selain itu, ada juga potensi hujan disertai angin kencang.

“Seperti Kecamatan Parongpong, Cisarua dan Lembang. Sementara itu, di wilayah selatan biasanya di Kecamatan Gunung Halu, Rongga, Sindangkerta dan Cihampelas,” katanya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan menjelang musim hujan ini. Pasalnya, berkaca pada tahun lalu banjir bandang pun sempat menerjang Kabupaten Bandung Barat.

“Pada akhir tahun lalu wilayah kita pun sempat diterjang banjir bandang di wilayah Kecamatan Ngamprah dan Padalarang,” katanya.

Duddy pun berpesan, agar masyarakat untuk berperan aktif mencegah terjadinya bencana banjir dengan selalu menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarang.

“Mari kita menjaga lingkungan kita dari sampah, jangan sampai saluran air tersendat dan menyempit akibat sampah yang dibuang sembarangan,” pungkasnya.