Polisi Sebut Puncak Macet Jalur Lembang Diprediksi Besok

Lembang, BBPOS – Puncak kepadatan arus lalu lintas di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diprediksi meningkat pada Sabtu (22/8/2020) besok.

Hingga Jumat (21/8/2020) malam, kendaraan dari arah Lembang maupun arah Bandung di jalur wisata Lembang terpantau masih ramai lancar. Kendaraan plat B terpantau lebih dominan masuk kawasan wisata Lembang.

Kasatlantas Polres Cimahi, AKP Susanti Samaniah melaporkan, arus lalu lintas sejak berlangsungnya libur panjang Tahun Baru Islam 1442 H mengalami peningkatan perlahan. Di hari pertama, volume kendaraan meningkat hingga 40 persen. Sementara hari ini, volume kendaraan mencapai 60 persen.

“Namun kita prediksi puncak arus lalu lintas akan terjadi besok hari Sabtu. Kita perkirakan puncak bisa meningkat sampai 80 persen,” ungkap Santi saat ditemui di Lembang, Jumat (21/8/2020) malam.

Untuk mengantisipasi puncak arus lalu lintas besok, Satlantas Polres Cimahi sudah menyiapkan beberapa metode pengaturan lalu lintas. Sekitar 100 personel sudah disiapkan untuk mengurai kemacetan di kawasan Lembang.

“Kami sudah memploting anggota di titik-titik rawan macet dan tempat wisata. Kami juga sudah memasang traffic cone dan juga barier juga kanalisasi di gerbang masuk objek wisata untuk penyeberang jalan,” paparnya.

Supaya Supaya tidak terjadi kemacetan, petugas juga sesekali akan memberlakukan rekayasa one way atau satu arah secara bergantian jika kemacetan terjadi sampai ke RSUD Lembang.

Santi menyebutkan, selama dua hari ini terpantau kendaraan di jalur wisata didominasi oleh kendaraan plat B. Selain plat D dan B, kendaraan plat T, F dan Z juga turut meramaikan jalur wisata.

“Kendaraan plat B memang mendominasi arus lalu lintas. Kemungkinan hari Minggu kendaraan mulai kembali ke Jakarta dan daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, titik kemacetan di jalur wisata Lembang berada di pintu masuk dan keluar objek wisata The Great Asia Africa dan Farmhouse. Sementara di wilayah Lembang, titik macet berada di pintu masuk objek wisata Floating Market.

“Banyak juga wisatawan yang parkir di bahu jalan karena memang kurangnya tempat parkir di tempat-tempat wisata. Hal itu juga yang memicu kepadatan arus lalu lintas. Kami selalu melakukan imbauan agar kendaraan mencari parkir di tempat-tempat yang lain,” tandasnya.