Dispernakan KBB Temukan Hewan Kurban Tidak Cukup Umur

Ngamprah,BBPOS – Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan antisipasi dan pencegahan terhadap peredaran hewan qurban di KBB.

Menurut Kepala Dispernakan KBB, Undang Husni Tamrin, sejauh ini dari hasil pemeriksaan sementara, masih ditemukan sejumlah hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sakit dan tidak cukup umur.

“Dari hasil pemeriksaan beberapa waktu lalu, ditemukan 1.300 hewan qurban belum cukup umur. Sehingga dinas tidak bisa memberikan label pada hewan tersebut,” ujar Undang di Ngamprah, Rabu (29/7).

Selain belum cukup umur, hasil dari pemeriksaan tersebut ditemukan 55 hewan qurban dalam kondisi sakit.”Dilihat kondisinya, jika sakitnya ringan seperti sakit mata, cukup diberi obat tetes,” kata dia.

Sejauh ini kata Undang, berdasarkan laporan dari petugas pemeriksa hewan qurban secara online, tercatat 3.000 ekor sapi dan 7.000-an ekor lebih domba yang telah mendapatkan label.

Undang menuturkan, ada 39 orang petugas yang akan memeriksa kesehatan hewan kurban. Mereka terdiri atas dokter hewan, paramedis dan penyuluh peternakan.

Katanya, petugas-petugas tersebut akan memeriksa ke pangkalan lapak. Para petugas dilapangan akan dibekali dengan peralatan pemeriksaan hewan kurban.

“Dari 39 petugas itu masih menyisir lapak-lapak guna mengetahui kesehatan hewan. Sebenarnya target kita untuk pemeriksaan sapi 3.000 ekor, sudah tercapai.” kata dia.

“Tinggal target pemeriksaan domba sebanyak 2.000 ekor lagi yang belum tercapai. Makanya kita masih gencar lakukan penyisiran,” tambahnya.

Penyisiran pemeriksaan hewan qurban tersebut dilakukan di 8 pasar hewan seperti Pasar Hewan Gununghalu, Rongga, Sindangkerta, Cililin, Cihampelas, Batujajar, Padalarang dan Cipeundeuy. Termasuk menyisir hewan yang dijajakan di pinggir jalan bahkan hingga ke kandang.

Menurut Undang, pemeriksaan hewan qurban tersebut sangat penting, untuk menjamin kesehatannya. Ia mengimbau pada masyarakat agar berhati-hati dalam memilih hewan qurban, supaya terjamin kesehatannya.

“Cari saja hewan qurban yang sudah kita beri label, supaya aman. Karena sudah lolos pemeriksaan,” pungkasnya.