Anggaran Rp 2,6 Triliun untuk Pesantren,Cucun : Ini Berkat Lebah-Lebah PKB

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI Cucun Ahmad Sjamsurijal saat orasi politik di Harlah PKB ke 22 di Ngamprah, Sabtu (25/7/2020). Foto:BBPOS/ Hendri

Ngmprah, BBPOS – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI Cucun Ahmad Sjamsurijal menyatakan akan terus mengawal agenda-agenda kerakyatan baik DPP maupun DPC PKB. Apalagi memasuki usia 22 Tahun DPP PKB telah bertekad meningkatkan berbagai Aksi Melayani Indonesia (AMI).

“Memasuki usia 22 tahun PKB telah bertekad meningkatkan Aksi Melayani Indonesia (AMI). Seperti PKB di KBB selalu membuat terobosan yang dapat menyatukan kekuatan dan keeratan partai PKB terutama dengan Nahdatul Ulama (NU),” ujar Cucun saat menghadiri tasyakur Harlah DPC PKB KBB di Ngamprah, Sabtu (25/7).

Oleh karena menurut Cucun, partainya akan tetap menjadi partai yang membela dan menjadi kekuatan yang mendorong kebijakan-kebijakan pro rakyat, selalu bertekad memberi manfaat bagi masyarakat.

“Orang tua menyampaikan kalian anak-anak kami bagai mana pengabdain anak-anak NU kepada orang tua, pesan ini adalah perjuangan keumatan kebangsaan yang harus digelorakan oleh anggota DPRD, DPRD Provinsi dan DPR RI, ” kata dia.

“Seperti lebah yang penuh kekeluargaan serta menghasilkan madu, partai ini senantiasa menjaga kekompakan. Pada usia yang ke-22, seperti anak muda yang progresif dan penuh optimis,” kata dia.

Meski peringatan Harlah PKB tahun ini menurut Cucun terasa beda. Dunia dan umat manusia tengah dicekam dengan pandemik COVID-19.

Untuk itu, dirinya mengajak kepada kader PKB merapatkan barisan dan melayani Indonesia guna menanggulangi pandemi COVID-19.

“Meski di tengah pandemi kader PKB harus turut hadir membantu berbagi kepada warga terdampak. Amanat Cak Imin semua kader PKB dari mulai jejaring hadir ditengah umat,politik kehadiran itu sangat penting bisa berbagi, berbakti dengan semua elemen masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu kata Cucun F-PKB menjadi salah satu inisiator UU Pesantren, karena berharap agar pesantren ditempatkan di tempat seharusnya. Negara tidak boleh lagi menyepelekan apalagi mendiskriminasi keberadaan pondok pesantren.

“Kehadiran UU ini diharapkan akan memajukan pesantren. Tidak lagi ada diskriminasi di dunia pendidikan pesantren yang sudah jelas memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara kita,”

Cucun menegaskan Untuk anggaran sudah disiapkan 2.6 triliun untuk pesantren dan sudah masuk dikas kementrian agama, meskipun kecil ini berkat perjuangan lebah-lebah PKB.

“Dengan adanya berbagai jaminan tersebut, PKB berharap pondok pesantren kian mampu menegaskan perannya dalam melahirkan santri sebagai kader-kader yang cinta agama dan bangsa,” pungkasnya.