Kendala Daring, Kemenag KBB Optimalkan Luring

Ilustrasi, foto istimewa/Net

Padalarang, BBPOS – Kementerian Agama KBB mengembangkan pembelajaran luring atau model belajar berkelompok pada pendidikan Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

“Pengembangan pembelajaran pola seperti itu dapat menghindari penyebaran COVID-19,” kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Bandung Barat, Endin Wahyudin kepada BBPOS, Kamis (23/7).

Penerapan model pembelajaran berkelompok itu karena pemerintah masih melarang kegiatan belajar mengajar (KBM) secara bertatap muka di kelas.

Kemenag KBB tahun ajaran baru 2020-2021 terpaksa mengembangkan belajar berkelompok, karena dinilai lebih efektif dibandingkan penerapan secara daring atau online.

Selama ini, pembelajaran dengan sistem daring tentu banyak kendala, karena sebagian besar siswa di sini tidak memiliki gadget (android) juga sangat keberatan jika harus membeli kuota, terutama siswa dari keluarga tidak mampu.

Lebih parahnya lagi, kata dia, siswa kesulitan untuk menerima sinyal atau jaringan sehubungan topografi Kabupaten Bandung Barat ada juga wilayah perbukitan dan pegunungan.

Pengembangan proses pembelajaran berkelompok agar siswa dapat meraih prestasi akademik.

“Kita optimalkan luring bagi daerah-daerah yang jaringannya kurang. Namun, untuk seperti perkotaan kita sarankan untuk pakai daring. Karena wilayah KBB cukup luas jadi tidak semua jaringannya baik,” kata dia.

Selain itu lanjut dia, Kemenag pusat juga sudah menerbitkan panduan kurikulum darurat bagi madrasah untuk mendukung pembelajaran di tengah pandemi virus corona. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020.

Isi kurikulum darurat tersebut kata dia, menekankan soal pengembangan karakter, akhlak mulia, ubudiyah dan kemandirian siswa. Walaupun begitu pemenuhan aspek kompetensi, baik dasar maupun inti, tetap menjadi perhatian.

“Dalam situasi pandemi, metode pembeljaran baik daring ataupun luring diharapkan tidak mengurangi pendidikan madrasah dalam membentuk karakter dan akhlak yang baik di masyarakat,” tandasnya.