Pemkab Bandung Barat Dorong Korban PHK Jadi Petanai

Padalrang,BBPOS- Sebagai bagian dari pemulihan ekonomi dampak pandemi Coronavirus Disease (COVID-19), Pemkab Bandung Barat, berencana menyiapkan lahan pertanian untuk korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan pendataan dan verifikasi lahan seluas 10 hektar untuk program pertanian.

“Kita sedang mendata ada berapa luas lahan milik pemerintah yang bisa digunakan untuk digarap mereka yang terdampak ekonomi, prioritasnya masyarakat yang terkena PHK. Dan ini bagian dari program pemulihan ekonomi pandemi,”ungkap Umbara di Padalarang, Rabu (17/6/2020).

Umbara mengatakan, bagi masyarakat yang terkena PHK nantinya diarahkan mengggarap lahan tidur milik pemerintah yang ditopang dengan pendampingan pelatihan kerja menjadi petani mandiri.

Meski belum matang, kata Aa, program ini sudah dibahas secara lisan dengan Gubernur Jawa Barat. Sebab, sinkroninasi program ini melibatkan Pemerintah Kabupaten, Provinsi Jawa Barat, Kementerian Tenaga Kerja dan Pemerintah pusat.

“Prinsipnya lahan tidur yang dimiliki pemda menjadi laboratorium sekaligus lahan garapan bagi warga terdampak ekonomi. Outputnya menciptakan petani baru,”kata dia.

Sementara itu sekertaris Dinas Pertanaian Heru mengungkapkan, pihaknya masih berkoordinasi dengam dinas tenaga kerja terkait jumlah karyawan yang di PHK untuk bercocok tanam menjadi petani.

“Pemkab menyiapkan lahan 10 Hektar kurang lebih, untuk karyawan yang di PHK untuk bertani”, ujarnya

Masih kata Heru, selain itu juga pihaknya sedang mengkaji tekstur tanah cocoknya ditanam apa. Jangan sampai di tanam cabe atau contoh sayuran lain tidak cocok dengan tanahnya nanti.

“sudah disiapkan malah kurang cocok untuk dijadikan komoditi sayuran,” kata dia.

Selain itu dirinya menghitung secara jeli hasil tani sayuran dan buah nanti akan di kemanakan, jangan sampai hasil panen nanti bingung untuk menjualnya.

“Jadi bisa saja dibuatkan market place pertanian, di dalam market place ini petani dapat menerapkan sistem jual beli produk pertaniannya secara online.atau berkerja sama dengan UMKM”, tandasnya.