1.112 Calon Jemaah Haji asal Bandung Barat Gagal Berangkat

Ilustrasi foto istimewa/Net

Padalarang, BBPOS – Ribuan calon jamaah haji asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah dipastikan gagal berangkat haji tahun ini. Sebab, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji 2020 ke Arab Saudi di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Pada musim haji tahun 2020 atau 1441 hijriah, Kementerian Agama KBB sedianya akan memberangkatkan 1.112 calon jemaah haji. Alhasil, semua calon jamaah haji tersebut tidak bisa menunaikan ibadah haji tahun ini.

Kepala Seksi Penyelenggara Urusan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama KBB H. Dani Rusmadi mengungkapkan. 1.073 dari quota 1.112 orang yang terdaftar di Kemenag KBB telah melunasi pembayaran biaya keberangkatannya. Namun pada akhirnya, mereka tidak bisa diberangkatkan tahun ini karena merujuk alasan pemerintah pusat.

“Sesuai keputusan dari KMA (Keputusan Menteri Agama), untuk tahun ini kita batalkan memberangkatkan para jemaah untuk naik haji. Insha Allah diundur sampai tahun depan,” ujar Dani saat dihubungi BBPOS, Selasa (2/6/2020).

Menurut dia, keputusan pembatalan pemberangkatan jamaah haji tahun ini setelah melewati berbagai pertimbangan. Salah satunya memperhatikan keselamatan jamaah mengingat virus Corona masih mengganas. Di sisi lain, waktu persiapan haji juga sudah sangat mepet karena Arab Saudi belum memberikan kepastian soal haji 2020.

Namun demikian, bagi mereka yang tetap ingin melanjutkan naik haji, maka menjadi prioritas pihaknya. Lanjut dia tidak menutup kemungkinan diantaranya ada yang mengundurkan diri, maka pihaknya akan mengembalikan uang pembayaran sesuai mekanismenya.

Meskipun kepastian tentang jadi tidaknya pemberangkatan haji baru diumumkan tadi, namun pihaknya telah memberitahukan pada calhaj. “Sudah saya sampaikan melalui para KBIH (Kelompok Bimbingan Haji Indonesia). Dan nanti juga akan kita sampaikan langsung pada mereka,” ungkap Dani.

Keputusan pembatalan naik haji tersebut, tentunya bukan keinginan para calhaj. Namun kebijakan tersebut diambil pemerintah yang harus mengutamakan keselamatan jamaah di tengah pandemi Covid-19.

“Kita minta KBIH untuk bisa menyampaikan pada para jamaah, agar ikhlas menerima keputusan ini. Insha Allah, mereka akan kita prioritaskan keberangkatannya di tahun 2021,” pungkasnya.