Ruang Isolasi Aula Masjid Ash-Shiddiq Bertambah Jadi 4 Orang

Ruang isolasi Aula Masjid Ash-Siddiq bertambah jadi empat orang, Foto: dok/BBPOS

Ngamprah, BBPOS – Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Nanang Ismantoro mengatakan Masjid Ash-Shiddiq yang dijadikan ruang isolasi akan kedatangan 2 orang pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19.

“Sore ini 2 orang penghuni baru datang, mereka satu keluarga, ibu dan anaknya yang tinggal di Desa Cimerang (kecamatan) Padalarang,” ungkap Nanang di Ngamprah, Kamis (28/05/2020).

Nanang mengungkap, dengan kedatangan dua pasien baru tersebut, penghuni ruang isolasi Ash-Shiddiq kini bertambah menjadi empat orang.

Rencananya, mereka akan diantar oleh mobil ambulance Desa Cimerang hingga ke lokasi ruang isolasi. Nanang memastikan, jika proses mengantarkan pasien tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Penghuni pertama asal Cisarua, minta pulang dan mengisolasi diri di rumahnya. Cuma tiga hari saja dia menempati ruang isolasi dan pada hari Rabu kemarin sepasang suami istri warga Desa/Kecamatan Padalarang menjadi penghuni kedua di ruang isolasi,” beber Nanang.

Untuk warga asal Cisaru kata dia, pihaknya dengan terpaksa memberikan izin dengan catatan pasien menuliskan surat perjanjian. Sebab, kondisi psikis pasien yang menjadi bahan pertimbangan Dinkes KBB, “Sampai saat ini, dia belum kembali lagi ke ruang isolasi,” ungkapnya.

Sementara untuk pasien klaster Pasar Antri Kota Cimahi, warga desa Tanimulya batal di isolasi di Ash-Shiddiq, “Tidak jadi di sini melainkan menjalankan isolasinya di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jabar di Jalan Kolmas Cimahi,” urai dia.

Saat ini Dinkes KBB kata Nanang sudah melaksanakan rapid test bagi 50 warga batujajar yang sebelumnya pernah berkunjung ke pasar tersebut. dari hasil itu lanjut dia, 3 orang dinyatakan reaktif COVID-19. Selanjutnya mereka akan di swab test.

“Hari ini, tiga orang keluarganya juga ikut menjalani swab test. Jadi enam orang yang menjalankan swab test pada hari ini dari klaster Pasar Antri,” tandas Nanang.