PSBB Diperpanjang, Kapolres Perketat Pengawasan Pintu Masuk Cimahi dan KBB

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf saat ditemui usai check point PSBB di pintu tol Padalarang, Foto:BBPOS/Hendri

Ngamprah,BBPOS – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipastikan akan diperpanjang dua pekan ke depan. Meski demikian pada PSBB tahap dua ini akan lebib diperketat untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

Kapolres Cimahi AKBP Yoris M Yusuf mengatakan, dengan diperpanjangnya masa PSBB, kepolisian akan memperketat penjagaan di jalur masuk di wilayah Bandung Barat. Selain itu, akan ada penambahan titik checkpoin di 7 Kecamatan di KBB yang ikut PSBB.

Sebelumnya, sudah ada 18 titik checkpoin yang berjalan, dengan diperpanjangnya PSBB di Bandung Barat titik checkpoin akan ditambah menjadi 26 titik.

“Anggota yang dilibatkan, sekitar 500 orang, karena ada penambahan checkpoin. Selama ini di KBB ini ada 18 titik checkpoin, selanjutnya kita akan membuat sebanyak 26 checkpoin,” ujarnya, Selasa (05/05/2020).

Yoris penjagaan akan diperketat di jalur-jalur masuk ke wilayah Cimahi dan Bandung Barat. Dari hasil evaluasi, menurut Yoris masih banyak warga yang tidak mengenakan masker dan sarung tangan. Bagi pelanggar, kepolisian akan menindak tegas dengan memutar balikkan kendaraan.

Pengetatan PSBB ini antara lain, menegur pengendara yang masih berkeliaran di jalan tanpa menggunakan masker.

“Yang kita putar balikan ada 122 mobil dan 116 sepeda motor yang masuk KBB dan Cimahi,” kata Yoris.

Menurutnya, yang perlu dievaluasi dari penerapan PSBB sebelumnya yakni masih banyaknya warga KBB yang tidak taat pada aturan PSBB. Terbukti, ada ratusan pengendara yang didapati melanggar dengan tidak mengenakan masker ataupun sarung tangan. Bukan hanya itu, di Bandung Barat juga terbukti masih banyak titik kerumunan massa di pusat perbelanjaan seperti pasar.

“Saya tadi menyampaikan kepada bupati untuk lebih mensosialisasikan agar sepanduk spanduk lebih diperbanyak lagi,” ucapnya.

Untuk itu, Yoris berharap masyarakat bisa menyikapi dengan aturan pemerintah yang sudah diterbitkan, bahwa menggunakan masker untuk sekarang ini wajib dipakai agar bisa mencegah penyebaran virus corona.

“Imbauan untuk masyarakat, untuk lebih berhati-hati, karena COVID-19 masih ada harus menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan ketika ada kesempatan,” pungkasnya.