Corona, Sundaya: KBB Terancam Bangkrut!!!

Ketua komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sundaya. Foto: dok/BBPOS

Padalarang, BBPOS – Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) khawatir pandemi Covid-19 berlangsung lama. Pasalnya, hal tersebut akan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD KBB, Sundaya mengatakan, tahun 2020 menjadi tahun yang cukup sulit bagi bangsa Indonesia. Termasuk perbaikan ekonomi dan pembangunan terdampak langsung Covid-19.

“Dilihat hingga saat ini, begitu miris keadaan bangsa dengan adanya pandemi COVID-19. Misalkan wabah ini berlanjut hingga ke tahun 2021, APBD KBB dan APBN kita akan jebol. Karena tidak adanya PAD yang masuk ke pemerintah untuk menutup itu,” kata Sundaya di Padalarang, Senin (04/05/2020).

Ia menambahkan, semakin banyak orang yang terinfeksi COVID-19 itu membuat pemerintah menerapkan berbagai himbauan untuk menjaga jarak seperti social distancing. Mulai dari imbauan bekerja di rumah bagi pekerja dan karyawan yang memungkinkan, meliburkan sekolah hingga membatasi kegiatan yang melibatkan banyak orang.

“Misalkan Bandung Barat saja kalo berlanjut sampai Desember ini bisa bangkrut KBB. Kenapa saya katakan demikian, kita lihat hari ini bahwa penanganan COVID-19 ini dari APBD KBB, bisa menghabiskan anggaran di angka 220 miliar untuk 4 bulan” ujar dia.

Sundaya menyebut, APBD KBB sebelum ada wabah Corona terhitung Rp 600 Miliar yang terproyeksi. Sedangkan PAD kita mengandalkan dari pajak, Restoran,tempat Wisata serta hotel.
Semua itu, kata sundaya terrealisasi hanya Rp 500 miliar, kemudian mungkin hanya 40 % terserap dan semua itu juga di fokuskan untuk menagani covid Rp 220 Miliar sisanya untuk membayar gaji ASN Serta TKK yang ada di KBB.

“Jadi kalau covid-19 belum berakhir dibulan Desember 2020 nanti pemda akan bangkrut,” katanya

Sundaya pun menegasakan dampak dari pandemi tersebut, DPRD KBB pun telah merevisi turunya beberapa proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun ini. Misalnya seperti pengerjaan dalam sektor infrastruktur, lalu, berdampak pada pemberhentian restoran maupun kawasan wisata.

“Penyebaran COVID-19 ini terbilang cepat hingga menghapus harapan pertumbuhan ekonomi di tahun 2020,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sundaya mengatakan, saat ini pentingnya tindakan terkoordinasi untuk membatasi dampak ekonomi dan manusia dari virus perlu ditingkatkan. Hal itu guna penyebaran COVID-19 terputus.

“Wabah COVID-19 saat ini sulit untuk diprediksi, sehingga langkah-langkah pemerintah perlu tegas dalam memutus rantai penyebaran itu. Karena pemerintah yang memainkan peran dalam menentukan dampak ekonomi wilayahnya,” jelas dia.

Melambatnya ekonomi global tentu akan berdampak pada ekonomi di Bandung barat. Sebab itu dengan diterapkannya PSBB, ia berharap pemerintah dapat tegas dalam memutus penyebaran COVID-19 ini.

“Dengan diterapkan PSBB itu diharapkan dapat betul-betul tuntas. Apalagi kalo misalkan diperpanjang. Untuk dari itu kita sebagi orang muslim mari kita perbanyak istigpar dan banyak beribadah kepada sang pencipta agar wabah corona ini cepat selesai,” tandasnya