Distribusi Bansos Pemprov Jabar di KBB Dilakukan Bertahap Mulai Hari Ini

Padalarang,BBPOS – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil salurkan langsung bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk warga miskin atau miskin baru akibat pandemi COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat.

Sebanyak 18.361 paket bansos disalurkan melalui PT Pos Indonesia yang bekerja sama dengan ojek online (ojol) dan juga ojeng pangkalan (opang) setempat.

Ridwan Kamil mengatakan, paket bansos Jabar berupa bantuan tunai dan pangan non tunai senilai Rp 500 ribu diberikan selama empat bulan ke depan.

“Penyaluran bantuan ini bertahap, total bantuan untuk Bandung Barat 18.361 paket, untuk beberapa hari ini didahulukan,” kata Emil sapaannya di kantor Pos Padalarang, Sabtu (18/04/2020).

Selain itu kataEmil, Pemprov memberikan waktu selama tujuh hari bagi Pemkab/kota untuk melakukan perbaikan data bagi masyarakat penerima bantuan.

Sebab, pada tanggal 22 April mendatang Bandung Barat sudah menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), oleh karena, ada sembilan pintu bantuan bagi masyarakat diantaranya, Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan ini telah berjalan rutin dan Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu).

Emil menambahkan, tugas Pemkab Bandung Barat sebagai salah satu wilayah yang memberlakukan PSBB di Jawa Barat untuk melakukan data yang akurat dan valid.

“KBB akan melaksanakan PSBB di 7 kecamatan dari 16 kecamatan yang ada. Pemerintah berikan 7 hari untuk perbaikan data. Agar tidak ada duplikasi penerima,”katanya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, dengan diterimanya bantuan dari Pemprov Jabar pihaknya akan memaksimalkan upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat Bandung Barat.

“Hari ini Gubernur sudah membuktikan janjinya, bahwa bantuan sosial sudah mulai masuk. Insya Allah disusul oleh kami (Pemkab Bandung Barat),”katanya.

Umbara berpesan, agar masyarakat Bandung Barat berperan aktif dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengikuti anjuran pemerintah.

“Selama 2 minggu ini mudah-mudahan kalau tidak penting jangan sampai keluar rumah. Kalaupun keluar rumah harus memakai masker,”katanya.