Cegah Corona, Komisi III DPRD KBB Bagikan Ribuan Masker Gratis

Ketua komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat, Iwan Ridwan. Foto: BBBPOS/ Hendri

Padalarang,BBPOS- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), membagikan masker dan hand sanitizer ke masyarakat Bandung Barat.

Ketua Komisi III DPRD KBB, Iwan Ridwan mengatakan, anggota Komisi III mencoba ikut berperan aktif dalam program pemerintah dalam penanganan COVID-19.

“Ini sebagai langkah awal dan kami akan berdikusi lagi di Komisi III langkah apa selanjutnya yang akan dilakukan oleh komisi III yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Iwan di Gedung DPRD, Padalarang, Kamis (16/04/2020).

Iwan mengatakan, total dari jumlah barang yang dibagikan tersebut di antaranya 15.000 masker dan 500 hand sanitizer. Diharapkan melalui pemberian ini dapat membantu mencegah penyebaran virus corona di wilayah Bandung Barat.

Iwan praksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjelaskan bahwa apa yang telah dilakukannya itu, merupakan agenda silaturrahim dengan masyarakat sekaligus bagian dari simpati dan pedulinya atas bencana corona yang menimpa bangsa ini.

“Pembagian ini disebar di dapil masing-masing oleh anggota DPRD di Komisi III,” ujar Iwan.

Ia mengatakan bahwa meskipun banyak komponen yang ikut peduli dalam kondisi saat ini, dan tentu tidak mencukupi untuk semua warga Bandung Barat, namun ia berharap apa yang diberikan ini bisa bermanfaat.

“Saya harap kepedulian berbagi ini, meskipun sedikit tapi bisa meringankan beban masyarakat,” imbuh dia.

Disinggung soal prioritas pembangunan di Pemkab Bandung Barat, Iwan menjelaskan, semua lelang di ULP harus diberhentikan terkecuali lelang berkaitan dengan kegiatan perekonomian masyarakat itu harus tetap berlangsung.

Seperti misalnya, irigasi pertanian, infrastruktur kesehatan dan masyarakat yang terkena dampak bencana.

“Seperti pengadaan air bersih pun itu harus tetap dilaksanakan seperti penerangan itu juga harus tetap dilaksanakan. Yang penting proyek itu tidak bersinggungan dengan orang banyak karena bagaimanapun kalo ada perkumpulan itu cukup beresiko tinggi,” pungkasnya.